Lebih Hemat, RSUD Sawerigading Palopo Bakal Buka Layanan CAPD untuk Pasien Cuci Darah

199
RSUD Sawerigading Kota Palopo, menggelar sosialisasi layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), Senin(14/3/2022). (Dok. RSUD Sawerigading Palopo)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Layanan CAPD bakal dibuka di RSUD Sawerigading Palopo. Untuk itu, RSUD Sawerigading Kota Palopo, menggelar sosialisasi layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), Senin(14/3/2022). Kegiatan itu berlangsung di RSUD Sawerigading.

Kegiatan tersebut dibuka Direktur RSUD Sawerigading Kota Palopo, dr Nasaruddin. CAPD ialah prosedur cuci darah tanpa mesin yang bisa dilakukan sambil beraktivitas normal.

ADVERTISEMENT

“Prosedur ini juga disebut dialisis peritoneal. Dilakukan melalui operasi pemasangan tabung fleksibel (kateter) ke dalam rongga perut,” ungkap dr Nasaruddin.

Kepala instalasi hemodialisa, dr Syahriani juga melakukan pemaparan mengenai sosialisasi tersebut. Setelah itu, dr Syukur menjelaskan prosedur CAPD melalui operasi.

CAPD adalah metode cuci darah yang dilakukan lewat perut. Metode ini memanfaatkan selaput dalam rongga perut (peritoneum) yang memiliki permukaan luas dan banyak jaringan pembuluh darah sebagai filter alami ketika dilewati oleh zat sisa. CAPD lebih disarankan sebagai pilihan pertama bagi pasien gagal ginjal, dibanding hemodialisis.

Bila dibandingkan dengan hemodialisis, CAPD memiliki beberapa kelebihan. Pertama mengenai biaya yang harus dikeluarkan pasien. Untuk melakukan CAPD, biayanya akan lebih murah dibanding hemodialisis.

Kedua selain dari segi biaya, CAPD juga jauh lebih mudah dan fleksibel digunakan oleh pasien gagal ginjal. CAPD dapat digunakan kapan saja, dapat dilakukan tidak harus di rumah sakit, beda halnya dengan hemodialisis.

Lebih bagusnya lagi, kualitas hidup pasien yang menjalani cuci darah menggunakan CAPD jauh lebih baik dibandingkan hemodialisis. Pasien tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit, sehingga dapat berhemat waktu dan biaya transportasi. (ayb/liq)

ADVERTISEMENT