Pertama di Luwu Raya, RSUD Sawerigading Palopo Lakukan Operasi Pemasangan Implan Cochlear

206
ADVERTISEMENT

PALOPO — RSUD Sawerigading Palopo menggelar seminar penanggulangan gangguan pendengaran kongenital, dan rehabilitasinya, serta operasi pemasangan implan cochlear pada anak dengan gangguan pendengaraan bawaan. Seminar dilaksanakan di aula pertemuan RSUD Sawerigading, Kota Palopo, Sabtu (16/10/2021).

dr Damayanti Soetjipto, Ketua Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Pusat, dalam sambutannya secara virtual, menyampaikan apresiasi kepada pihak RSUD Sawerigading atas terselenggaranya kegiatan itu. “Salut Kepada RSUD Sawerigading Kota Palopo yang tanggap dan peduli terhadap masalah pendengaran pada generasi,” katanya.

Sementara itu, dr Nasaruddin, Sp.OG(K).MARS, Direktur Utama RSUD Sawerigading Palopo, mangakui kinerja Komda PGPKT Palopo yang sudah maksimal.

“Semoga operasi ini tidak berhenti sampai disini saja, sehingga mengurangi angka ketulian dan gangguan bicara pada anak. Komda PGPKT Palopo sudah sangat bagus dan sudah sangat membantu masyarakat. Semoga operasi kali ini bisa berjalan dengan lancar,” akunya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, dr Nasaruddin, juga mengatakan bahwa operasi pemasangan Implan cochlear tersebut merupakan operasi yang pertama kalinya dilakukan untuk wilayah Luwu Raya dengan alat implan koklea yang disumbang oleh Komite PGPKT Pusat. Dan akan dipasang ke Hapizah (1 Tahun, 8 bulan), salah satu Warga Kota Palopo.

“Hari ini kami melaksanakan seminar tentang gangguan pendengaran, operasi hari ini merupakan operasi perdana untuk Luwu Raya. Kami bekerja sama dengan tim dari Jakarta yang akan mengambil tindakan operasi. Didampingi oleh tim yang datang dari makassar serta para Dokter yang ada di RSUD Sawerigading Kota Palopo,” ujar Nasaruddin.

“Tentu hal ini sangat penting untuk dilakukan karena menyangkut masa depan anak, adapun hasil yang akan kami capai dalam hal ini adalah untuk menggurangi angka ketulian di Indonesia,” tandasnya. Diketahui biaya yang harus dikeluarkan jika ingin melakukan operasi semacam ini yaitu sekitar RP 150 juta. (hwn/liq)

ADVERTISEMENT