Mengenang 6 Tahun Evakuasi Pesawat Aviastar di Bukit Bajaja Luwu, Tak Makan Dua Hari

679
ADVERTISEMENT

LUWU — 6 tahun lamanya, hari ini tepat 5 Oktober, tim evakuasi darat Kapolres Luwu kala itu, AKBP Adex Yudiswan berhasil menemukan pesawat Aviastar dan penumpangnya yang jatuh di Bukit Bajaja, Kawasan pegunungan Latimojong, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimjong, Luwu.

Operasi kemanusiaan terbesar yang digelar Polres Luwu saat itu melakukan pencarian pesawat Avia star bernomor registrasi PK-BRM dinyatakan hilang kontak pada Jumat (2/10/20215) dan ditemukan pada Senin (5/10/2015) atau 6 tahun lamanya pada hari ini, Selasa(5/10/2021).

Setelah 6 tahun berlalu, warga Ulusalu lembali mengenang kisah Kapolres Luwu, AKBP Adex Yudiswan dan tim evakuasi darat tak makan minum selama dua hari. Salah satu warga Desa Ulusalu, Tunas.

“Banyak kisah tak bisa kami lupakan, operasi kemanusiaan terbesar oleh Polri yang patut dihargai dan terus dikenang warga saat melakukan pencarian pesawat Aviastar,” kata Tunas.

ADVERTISEMENT

Dia menyebutkan, jiwa kemanusiaan yang tinggi dan tak kenal menyerah telah ditorehkan Adex dan timnya. “Alhamdulillah, doa dan kerja keras beliau dan tim serta warga Luwu, sehingga kami sukses menemukan Aviastar,” ujarnya.

Saat menemukan pesawat Aviastar, Adex Yudiswan dikawal tim evakusai darat harus menggunakan tongkat saat pulang dari gunung Bajaja sambil menggendong jenazah bayi dalam sarung dan bangkai pesawat Aviastar.

Banyak cerita dibalik pencarian korban pesawat Aviastar, satu di antaranya perjuangan yang dialami rombongan Kapolres Luwu. Bahkan saat melakukan pencarian di hutan lebat Bukit Bajaja, Adex Yudiswan bersaman tim evakuasi hanya makan dan minum pada senin pagi.

Mulai Senin siang, seluruh logistik persiapan yang dibutuhkan berupa makanan dan air telah habis. Sehingga saat melakukan pencarian mulai hari Senin digunung Bajaja, dirinya dan tim evakuasi hanya makan pucuk pohon palem dan minum air rotan untuk bertahan di dalam hutan.

Buktinya pada hari Selasa sekitar pukul 12.00 siang, tim evakuasi darat Polres Luwu bersama AKBP Adex Yudiswan baru minum air. Itupun tim evakusai hanya minum air sungai.

Saat itu, Tunas salah warga yang aktif membantu penunjuk jalan saat tim evakusai bergerak menembus hutan belantara Bukit Bajaja. Selain Tunas nama lainnya adalah Ronal. Pemuda Desa Ulusalu ini sempat mengabadikan momen ditemukannya pesawat Aviastar.

Atas jasa pengabdian melebihi panggilan tugas dari tim evakuasi darat Polres Luwu saat itu, sehingga Kapolda Sulsel dan Mabes Polri memberi reward PIN emas kepada mereka sebagai insan Bhayangkara sejati. (rls)

ADVERTISEMENT