MERUGIKAN NASABAH! Mulai 1 Juni, Cek Saldo di ATM Link Bank ‘Pelat Merah’ Kena Biaya Rp2.500, Tarik Tunai Rp5.000

1145
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau bank ‘pelat merah’ sepakat untuk mengenakan biaya untuk segala bentuk transaksi pada ATM Link. Kebijakan ini bakal berlaku mulai 1 Juni 2021.

Nantinya mulai tanggal 1 Juni 2021, transaksi cek saldo pada ATM Link bank yang berbeda dengan bank nasabah akan dikenakan biaya Rp 2.500. Sementara untuk tarif tunai, biayanya lebih besar yakni Rp 5.000. Biaya tarik tunai ini bahkan lebih besar dari biaya transfer antar bank yang semula sudah ditetapkan Rp 4.000.

ADVERTISEMENT

Dengan kebijakan ini, misalnya, nasabah pemilik ATM Mandiri yang mengecek saldo, dan menarik tunai uang dari ATM Link Bank BRI akan dikenakan biaya beragam. Begitu juga untuk nasabah Bank BRI yang bertransaksi menggunakan ATM Link Bank Mandiri, Bank BNI, maupun Bank BTN, dan berlaku sebaliknya.

Mengutip situs Bank BRI, Sabtu (22/5/2021), biaya untuk bertransaksi tarik tunai, cek saldo, dan transfer antarbank berbeda-beda. Kini, keempat bank BUMN mengenakan biaya untuk sekedar cek saldo dan tarik tunai dari yang semula Rp 0 alias gratis.

ADVERTISEMENT

“Jaringan ATM Link milik bank-bank BUMN akan mengenakan biaya baru untuk cek saldo dan tarik tunai mulai 1 Juni 2021. Biaya administrasi ini berlaku terhitung mulai 1 Juni 2021 dan seterusnya sampai dengan adanya perubahan di kemudian hari,” ungkap manajemen BNI dalam situsnya.

Adapun biaya untuk transaksi cek saldo semula tidak dipungut biaya, nantinya akan dikenakan biaya Rp2.500 per transaksi.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, transaksi tarik tunai yang sebelumnya gratis nantinya dikenakan biaya menjadi Rp5.000 per transaksi. Biaya untuk transaksi transfer saldo tidak berubah atau tetap sebesar Rp4.000 per transaksi.

Di situs resminya, BNI pun memberi perbandingan biaya transaksi dengan ATM non-Link yang lebih mahal. Mulai dari cek saldo Rp4.000, tarik tunai Rp7.500, dan transfer Rp6.500. “Biaya transaksi ini akan didebet langsung dari rekening nasabah pada saat melakukan transaksi,” tambah informasi tersebut.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan dalam rangka mendukung kenyamanan nasabah bertransaksi maka Himbara sepakat untuk melakukan penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai Kartu BRI di ATM Himbara (BNI, Mandiri dan BTN) atau ATM dengan tampilan ATM LINK diberlakukan penyesuaian biaya transaksi ATM LINK.

Aestika pun mengatakan penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai tersebut merupakan kesepakatan bank milik negara untuk mendukung kenyamanan nasabah bertransaksi di ATM Himbara.

“Penyesuaian biaya tersebut juga menjadi bentuk healthy business untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, penyesuaian biaya transaksi tersebut juga merupakan komitmen untuk meningkatkan layanan perbankan inklusif, peningkatan keamanan, dan kualitas layanan yang pada akhirnya menciptakan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi,”ujar Aestika dilansir www.koranseruya.com dari Bisnis pada Jumat (21/5/2021).

Aestika menambahkan hal ini juga dilakukan untuk mendukung GNNT (Gerakan Nasional Non-Tunai) atau mendorong cashless society untuk mengurangi ketergantungan masyarakat atas penggunaan uang tunai dalam bertransaksi.

“Bagi nasabah, hal ini menjadi momentum untuk mendorong nasabah bertransaksi secara cashless dan menggunakan digital banking utamanya Internet Banking, BRImo, dan Mobile Banking yang lebih praktis, mudah, dan murah bagi nasabah,” tutur Aestika. (***)

 

ADVERTISEMENT