Mesin Line Proses Sagu Techno Park Segera Tiba di Palopo

1247
Kepala daerah di Tana Luwu meneken Memorandum of Understanding (MoU) sebagai wujud komitmen dukungan terhadap pengembangan Sagu Techno Park di Tana Luwu. ‎Penandatanganan ini dilakukan di Aula Saokotae, Rumah Jabatan Walikota Palopo, Kamis (2/5/16) lalu.
ADVERTISEMENT

PALOPO — Pemerintah Kota Palopo melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) saat ini tengah mengembangkan Sagu Tecnho Park.

Sagu Techno Park menjadi salah satu alternatif model jaringan kerjasama dalam pengembangan tanaman sagu di Tana Luwu khususnya di Kota Palopo.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA :Penyertaan Modal Pemkot Palopo ke Bank Sulselbar Sudah Hasilkan Deviden Rp6,6 Miliar

Kepala Balitbangda melalui Sekretarisnya, Taufik Gurrahman saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (27/11/18) mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu kedatangan mesin Line Proses dari bogor oleh Balai Besar Pasca Panen Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian RI.

ADVERTISEMENT

“Mesin itu sudah dalam perjalanan. Diperkirakan tiba di Palopo antara tanggal 29 november hingga 1 desember 2018,” kata Taufik.

Setelah tiba, nantinya mesin pinjaman seharga Rp300 juta itu akan dititip di Kawasan Industri Palopo (KIPA) sambil menunggu penuntasan pembebasan lahan 10 hektar untuk pengembangan Sagu Techno Park.

BACA JUGA :Polisi Dalami Perusakan Mobil Walikota Palopo, Satpol-PP Dinilai Lalai Jaga Keamanan Rujab

“Kita diberi target 10 hektar lahan. Sejauh ini sudah dibebaskan 3,7 hektar di Kelurahan Salubattang Kecamatan Telluwanua melalui Dinas Pertanahan. Target 2018 ini, dibebaskan sebanyak 5 hektar. Dan 5 hektar lagi di tahun 2019. Di sinilah nantinya tanaman sagu juga dibudidayakan,” katanya.

Kembali ke persoalan mesin Line Proses. Mesin ini nantinya digunakan untuk berbagai keperluan dalam pengembangan program Sagu Techno park. Mulai dari pengeringan sagu hingga pengemasan.

“Nanti akan menghasilkan tepung sagu murni dan layak ekspor. Intinya, program ini baru sebatas dijadikan model pembelajaran bersama. Peneliti dari luar negeri juga akan datang,” jelasnya. (asm)

ADVERTISEMENT