Miris! Periksa Warga Yang Berstatus ODP, Petugas Kesehatan di Palopo Malah Dapat Perlakuan Kasar

1303
Petugas yang bertugas di Posko Utama Penanggulangan Covid 19 di Kota Palopo . (Dok: posko penggulangan covid di Islamic Center)
ADVERTISEMENT

PALOPO-Seorang tenaga kesehatan, Ardian yang bertugas melakukan pemantauan terhadap warga yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), di Kota Palopo, dikabarkan mendapat perlakuan kasar dari sejumlah warga.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Kejadian tersebut, terjadi di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Selasa (7/4/2020) kemarin.

Ardian mengaku, jika dirinya bahkan sempat dipukuli oleh beberapa orang warga saat melaksanakan tugasnya di wilayah tersebut.

Dia menjelaskan, jika kejadian tersebut bermula, kala ia dan rekannya, hendak melakukan pengecekan ulang ke beberapa warga yang masuk kategori OPD di salah satu masjid di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Saat itu, salah satu warga yang masuk kategori ODP mengambil gambar petugas yang melakukan pemeriksaan.

Melihat kejadian itu, petugas kesehatan lainnya kemudian menegur. sebab katanya, sebelumnya kejadian yang sama pernah terjadi sontak hal tersebut membuat panik warga akibat gambar pemeriksaan yang viral di media sosial.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Tidak terima ditegur petugas, warga kemudian terlibat cekcok dengan para petugas kesehatan.

“Gara- gara kita tegur untuk tidak mengambil gambar, karena sebelumnya sudah sempat viral di medsos, namun itu bapak marah ditegur. Padahal dia juga berstatus ODP. Jadi harusnya tetap social distancing,” kata Ardian kepada wartawan.

Beruntung, kejadian tersebut berhasil dilerai oleh Bhabinkantibmas Pontap. “Kami meninggalkan tempat usai tim melakukan pemeriksaan,” tandas Adrian.

ADVERTISEMENT