Munas Golkar Berpotensi Munculkan Kuda Hitam, Bamsoet Dituding Langgar Kesepakatan dengan Airlangga

93

JAKARTA — Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang digelar 3-5 Desember di Jakarta diprediksi bakal muncul kandidat kuda hitam calon ketua umum, selain Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, jika mekanisme Munas Partai Golkar dilakukan dengan musyawarah mufakat, bukan berarti pemilihan calon ketua umum (ketum) partai dilakukan secara aklamasi tanpa persaingan.

“Buktinya ada 3 kandidat lain di luar Airlangga yang menegaskan adanya persaingan di internal beringin,” kata Adi di Jakarta, kemarin.

Menurut Adi, bukan Golkar namanya jika tak ada gejolak. Karena dalam sejarahnya kekuatan Golkar menyebar ke sejumlah tokoh dan faksi yang selalu bertarung berebut kursi Golkar 1.

Karena itu, lanjut dia, jika dilihat di permukaan yang kuat hanya Airlangga dan Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Keduanya, dinilai sama-sama punya bekal politik yang kuat saat ini.

Dalam hal ini, Airlangga agak sedikit diuntungkan karena posisinya sebagai calon petahana yang punya penetrasi lebih ke pengurus DPD I dan II.  “Cuma politik Golkar tak bisa dibaca hitam putih, selalu muncul kejutan seperti potensi kuda hitam di luar Airlangga dan Bamsoet,” ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Sementara itu,  Pelaksana Tugas Ketua DPD I Sumatera Utara Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menuding Bambang Soesatyo (Bamsoet) melanggar kesepakatan dengan Airlangga Hartarto. Doli tidak sepakat jika Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dituding tidak memenuhi syarat-syarat yang ada dalam kesepakatan dengan Bamsoet. “Yang melanggar Bamsoet kok jadi Pak Airlangga yang melanggar gitu,” ujar Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Doli mengungkapkan, Bamsoet pernah secara jelas menyatakan atau memberikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar nanti. “Saya kira yang melanggar itu, yang ucapannya hari ini A besok B, itu yang melanggar. Jadi jangan di balik-balik,” ujar Ketua Komisi III DPR RI ini.

Maka itu, dia heran dengan tuduhan dari Ketua Tim Sukses Bamsoet Ahmadi Noor Supit. “Kok Pak Airlangga jadinya yang melanggar kesepakatan ya? Kan waktu itu kesepakatan antara Pak Airlangga dan Bamsoet dan yang sudah mendapat manfaat dari kesepakatan itu Pak Bamsoet,” ujarnya.

Namun, Doli enggan membeberkan isi kesepakatan antara Airlangga Hartarto dan Bamsoet. “Detailnya yang paling tahu mereka berdua. Yang jelas saya tanya, bagaimana pak kalau sekarang Pak Bamsoet maju? Sejauh ini saya belum pernah mendengarkan langsung statement resmi dari Bamsoet yang menyatakan dia mau maju. Statement resmi yang saya dengar dia mengatakan dia mendukung Pak Airlangga sebagai ketua umun di Munas 2019,” katanya.

Sebelumnya, Supit menilai kesepakatan yang sempat disinggung Airlangga di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar beberapa waktu lalu sudah tidak ada masalah alias clear. Justru dia menilai Airlangga yang wanprestasi. (***/cbd)