OPINI : Identifikasi Potensi dan Masalah Rumput Laut di Dusun Bonejambong, Desa Tobia, Ponrang Selatan, Luwu

127
Identifikasi Potensi dan Masalah Rumput Laut di Dusun Bonejambong, Desa Tobia, Ponrang Selatan, Luwu. (ist)
ADVERTISEMENT

Asniar Jusman
Ekonomi Syariah
Institut Agama Islam Negeri Palopo

Desa To’bia terletak di Kecematan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu dan memiliki wilayah seluas 12,89 Km2. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.619 jiwa. Dimana terdiri dari 3 dusun yakni, Dusun Tobia, Dusun Lapippi dan Dusun Bone Jambong serta 1 RT disetiap dusunnya.
Desa Tobia memiliki beberapa potensi agribisnis yang perlu dikembangkan yaitu pertanian, perternakan, perkebunan dan perikanan. Rata-rata mata pencarian masyarakat di Desa Tobia adalah petani dan nelayan. Hasil produksi yang paling menonjol di daerah tersebut yaitu hasil perikanan Rumput Laut, baik dari jenis Eucheuma Cottonii maupun jenis gracilaria sp.
Dimana penghasil rumput laut terletak pada Dusun. Bone Jambong. Dengan Membudidayakan Rumput Laut khususnya jenis Eucheuma Cottonii, mempunyai peluang untuk meningkatkan pendapatan nelayan di desa tobia, Oleh kerena itu masyarakat di Desa Tobia tetap membudidayakan rumput laut.
Dari hasil servei wawancara yang telah saya lakukan terhadap salah satu nelayan, ada beberapa masalah yang terjadi yaitu kondisi cuaca yang tidak menentu. Sehingga mempengaruhi kualitas rumput laut. Selain itu, kesulitan dalam pengeringkan rumput laut juga menjadi masalah di sebabkan karena kurangnya lahan yang digunakan sebagai tempat penjemuran atau pengeringan Rumput laut, sehingga perlu waktu yang cukup lama dalam proses pengeringan rumput laut. Tidak hanya itu, pada Desa Tobia tidak ditemukaanya kelembagaan nelayan rumput laut. meskipun beberapa dari nelayan saling bergotong royong dan saling membantu.satu sama lain. Dimana hal tersebut juga menghambat masyarakat untuk memperoleh dana bantuan dari pemerintah maupun swasta, karena mensyaratkan adanya kelompok usaha.
“ Kondisi rumput laut saat ini mengalami kerusakan, rumput laut menjadi putih dan rapuh, itu karna cuaca saat ini tidak menentu, kadang hujan, kadang- kadang terlalu panas, sehingga berpengaruh rumput laut, jadi kami para nelayan rumput laut terpaksa melakukan panen sebelum waktunya. Dan masalahnya kamikesusahan dalam mengeringkan rumput laut karna kurangnya lahan ” Ujar pak rustam.
Dari permasalah tersebut maka diperlukan solusi untuk mengatasinya, apabila cuaca kurang mendukung sebaiknya para nelayan rumput laut membatasi penanaman atau pembibitan rumput laut pada musim-musim tertentu. Selain itu tidak melakukan pembibitan terlalu banyak untuk menghindari kegagalan panen dan mengurangi kerugian. Selain itu untuk mengatasi masalah kelembagaan. Sebaiknya masyarakat pada desa Tobia membentuk kelembagaan petani rumput laut sehingga nelayan rumput laut dapat terbantu, dengan adanya kerja sama dan dapat menyelesaikan masalah- masalah yang terjadi pada budidaya rumput laut. Seperti masalah mengenai kurangnya lahan dalam pengeringan rumput laut dapat teratasi dengan adanya kelembagaan tersebut, dengan cara mencari lahan luas khusus untuk pengeringan rumput laut. Selain itu nelayan rumput laut mendapatkan bantuan modal dalam membudidayakan rumput laut. Adanya kelembagaan ini dapat juga membantu dalam hal membuat produk dalam olahan rumput laut, sehingga masyarakat Di Desa Tobia khususnya Dusun Bone jambong ekonominya menjadi meningkat. (***)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT