Palopo Meriahkan Karnaval Budaya Expo Sulsel 2019, Tari Ini Undang Decak Kagum

275

PALOPO — Palopo ikutserta dalam karnaval budaya untuk memperingati HUT Sulawesi Selatan ke 350.

Kadis Perindustrian Palopo, Akkaseng yang memimpin rombongan Karnaval Kota Palopo, mengatakan, ini merupakan rangkaian kegiatan dari Sulsel Ekspo 2019.

Adapun tema yang diusung “Kembalikan kejayaan sutera Sulawesi Selatan”.

Karnaval budaya itu dilaksanakan Kamis, 31 Oktober 2019.

Setiap peserta karnaval yang diikuti oleh kabupaten-kota dan OPD di lingkup Pemprov Sulsel, melalui panggung penghormatan di depan rumah jabatan gubernur Sulawesi Selatan.

Di panggung kehormatan, ada gubernur Sulawesi Selatan Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr didampingi Ketua Dekranasda Sulsel, Liestiaty F Nurdin, Forkopimda provinsi Sulawesi Selatan, dan sejumlah pejabat Eselon II serta bupati/walikota lingkup Pemprov Sulsel.

Dalam Karnaval Budaya Sulsel Ekspo 2019 itu kontingen kota Palopo menampilkan kostum kreatif, kostum yang menyimbolkan perpaduan antara imajinasi tentang negeri Senrijawa yang dalam permaktubannya adalah Sriwijaya, yang dalam epos Galigo dari Ale Luwu-Palopo. Kisahnya tentang pertemuan Puteri Sengngeng Risompa dengan Sawerigading. Kostumnya dibuat ukiran yang berkelok-kelok dan sebuah mahkota kubah kerajaan pada kepalanya.

Kostum ini kreasi perpaduan silk sutera. Dan pada bagian sayap menjulang ke atas berbentuk bulat seperti bulan penuh dengan sentuhan biru keemasan pada sayap bagian bawah yang melebar ke samping. Ini menjadi ciri kecantikan dan keanggunan puteri Sengngeng layaknya bulan bersinar diantara birunya malam.

Selain itu juga, di depan panggung utama diperagakan tari Pangngaru dan tari Pangngibing.

Menurut sinopsis yang disampaikan, termaktublah dalam epos Galigo sebuah negeri yang dihuni oleh manusia Manurung yang diutus dari Botiq Langi. Di negeri itu tinggal puteri yang berparas cantik bagai bulan bercahaya diantara kebiruan malam, dia adalah Sengngeng Risompa dialah putri yang cantik anggun rupawan.

Sengngeng Risompa mempunyai prajurit Pangngaru’ yang lihai dan juga dayang Pangngibing yang selalu setia menemani hidupnya. Hingga masa kerajaan Luwu, prajurit Pangngaru menjadi prajurit pengawal Datuk dan merupakan prajurit yang paling berani. (Iys/Hms)