Protes Rekannya Disanksi, Puluhan Mahasiswa Unanda Bawa Keranda ke Rektorat

918
ADVERTISEMENT

PALOPO – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pondasi Unanda melakukan demonstrasi sambil membawa keranda Mayat ke Rektorat Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Jalan Dahlia, Jumat (15/3/2019) pagi.

Mereka menuntut agar pihak kampus mencabut skorsing dan SP yang diberikan kepada sembilan mahasiswa fakultas Ekonomi Unanda. Koordinator aksi, Galang Syahputra mengatakan keranda mayat yang digotong adalah simbol matinya demokrasi di kampusnya.

ADVERTISEMENT

“Kami menuntut agar pihak kampus segera melakukan pembatalan terhadap sanksi yang dijatuhkan kepada rekan kami. Kami akan terus melakukan aksi ini hingga tuntutan kami dipenuhi,” ujar Galang Syahputra.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Laola Subair mengatakan keputusan pemberian sanksi terhadap sembilan mahasiswa tersebut adalah kewenangan dari pimpinan fakultas.

ADVERTISEMENT

“Enam mahasiswa diberi surat peringatan (SP) dan tiga lainnya diberi skorsing. Ada yang diskorsing selama satu semester, ada juga yang diskorsing selama dua semester. Semua keputusan itu adalah kewenangan dari dekan mereka,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, permasalahan tersebut masih dalam proses di komisi disiplin kampus. “Masih berproses. Komdis bekerja berdasarkan rekomendasi dari pimpinan fakultas. Saat ini, komdis masih mengumpulkan data-data untuk membahas permasalahan tersebut,” pungkasnya. (liq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT