Rajin Berdakwa, Keluarga Harap Jenazah Pelaut Asal Palopo yang Meninggal di Taiwan Bisa Segera Dipulangkan

1809
Alm Ispan. (ft/ist)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Jenazah Ispan masih dalam proses pemulangan dari Taiwan ke Tanah Air. Hingga saat ini, Senin (11/10/2021), jenazah pelaut asal Palopo yang meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja di ruangan mesin, masih berada di Taiwan.

Kakak korban, Firman berharap, jenazah adiknya bisa segera dipulangkan ke Tanah Air agar bisa dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

“Pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan perusahaan tempat adik saya bekerja di Taiwan. Kami berharap, jenazah adik saya bisa segera dipulangkan ke kampung,” kata Firman ditemui KORAN SERUYA di rumah duka, Minggu (10/10/2021) malam lalu.

 

Dalam kesempatan tersebut, Firman meluruskan alamat adiknya, yang sebelumnya diberitakan KORAN SERUYA beralamat di Jembatan Miring, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

ADVERTISEMENT

Menurut Firman, alamat keluarganya berada di wilayah berbatasan Kelurahan Jaya dengan Luwu, tepatnya di Desa Barammase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.

“Alamat rumah memang banyak mengira masuk wilayah Palopo karena berbatasan dengan Kelurahan Jaya Palopo. Padahal kami berada di desa Barammase, Walenrang,” ujar Firman.

Dikatakan Firman, adiknya sudah lama bekerja sebagai pelaut. Pernah bekerja di kapal berbendera Singapura. Setelah itu, Ispan pulang kampung saat Ramadhan tahun lalu. Saat berada di kampung, Ispan sempat mengadakan berbagai kegiatan Amaliyah Ramadhan di Desa Barammase.

Tak hanya itu, saat bekerja di kapal yang berlayar di Singapura, adiknya juga kerap mencari masjid untuk berdakwah di Singapura.

“Adik saya orangnya taat beribadah, pandai berceramah, bahkan biasa membawakan ceramah agama di masjid dimana kapalnya sandar di Singapura,” cerita Firman yang juga bekerja sebagai pelaut.

Menurut Firman, adiknya baru sekitar satu bulan berangkat bekerja di kapal. Namun, beberapa minggu sempat dikarantina mengikuti protokol kesehatan di Jakarta, selanjutnya naik kapal yang berlayar ke Taiwan.

Kapal dimana adiknya bekerja, diakui Firman juga adalah perusahaan tempat dia bekerja, sehingga dirinya bisa berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait pemulangan jenazah Ispan.

“Kami juga meminta bantuan KBRI untuk proses pemulangan jenazah adik saya,” kata Firman.

Firman mengakui, adiknya baru satu hari bekerja di atas kapal, namun mengalami musibah hingga meninggal dunia. “Berdasarkan laporan dari perusahaan, adik saya terjepit pintu Water Tight Door,” aku Firman.

Diberitakan sebelumnya, Ispan, seorang pelaut asal Palopo meninggal dunia di Taiwan akibat mengalami kecelakaan kerja. Ispan yang baru satu hari bekerja di kapal yang berlayar di Taiwan, terjepit pintu water tight door saat memasuki ruang mesin di atas kapal. (hwn)

ADVERTISEMENT