Raker dengan Menag, Fauzi Minta Jangan Lagi Ada Kuota Haji Tak Terpakai

324
ADVERTISEMENT

JAKARTA – Anggota Komisi VIII Muhammad Fauzi mempertanyakan masih banyaknya kuota haji nganggur alias tak terpakai di tahun 2019. Sementara di daerah pemilihannya, Sulawesi Selatan III masyarakat harus menunggu hingga 22 tahun untuk berhaji.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

“Ada lebih dari 500 kuota haji tidak terpakai di tahun 2019. Jangan sampai Tuhan marah karena kita kufur nikmat. Kenapa tidak digunakan sementara di daerah saya masyarakat menuggu hingga 22 tahun untuk dapat giliran berhaji,” kata Fauzi dalam rapat kerja dengan Kementerian Agama.

ADVERTISEMENT

Selain masalah kuota nganggur, Fauzi juga mempertanyakan banyaknya jemaah haji yang berangkat tidak sesuai asal daerah. Sementara di kabupaten/kota setempat masyarakat banyak yang menunggu antrean lama.

“Semoga di tahun depan masalah seperti ini bisa diminimalisir,” katanya.

ADVERTISEMENT

Masalah tenaga kualitas pendidikan di lembaga yang dibawahi kemenag juga dipersoalkan. Menurutnya, terkadang di satu sekolah hanya ada satu orang guru yang berstatus ASN. Hal ini dinilai sangat berdampak pada kualitas lembaga pendidikan di bawah Kemenag.

“Seperi halnya dana BOS yang jauh lebih seidjit dibandingkan dengan sekolah umum. Hal ini mudah-mudahan bisa ditingkatkan oleh menteri baru,” katanya.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Terkait isu cadar dan celana cingkrang, Fauzi meminta Menteri Agama tidak terlalu banyak mengeluarkan pernyataan yang tidak produktif. “Lebih baik kita fokus pada tugas-tugas Menag yang lebih penting,” katanya.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan dirinya melempar pernyataan tersebut untuk menyamoaikan bahwa ketakawaan tidak diukur dengan cadar.

“Ketakwaan seseorang itu tidak diukur dengan cadar. Saya tidak melarang karena itu diautur di instansi masing-masing soal pakaian,” katanya menanggapi isu tersebut. (*/Iys)

ADVERTISEMENT