Satu Korban Perahu Pincara Terbalik di Lutra Ditemukan Meninggal Dunia, Sisa Bocah Usia 10 Tahun Masih Hilang

208
Tim Basarnas bersama tim lainnya masih mencari dua korban hilang akibat perahu Pincara yang tenggelam di Sungai Rongkong, di wilayah Dusun Melati, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Upaya pencarian dua korban perahu pincara atau rakit di Sungai Rongkong, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (19/8/2021) sore, membuahkan hasil

Korban yang ditemukan bernama Manasia, 50 tahun, warga Dusun Melati, Desa Beringin Jaya. Korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Dengan ditemukannya satu korban, tim Basarnas bersama BPBD Lutra dan relawan lainnya masih mencari satu korban lagi. Korban yang belum ditemukan bernama
Fivo, 10 tahun.

Humas Basarnas Palopo, Usman, membenarkan satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. “Tim masih fokus mencari satu korban lagi,” katanya.

Upaya pencarian korban menggunakan dua perahu karet dibantu sejumlah perahu milik warga setempat. Namun pencarian korban perahu pincara yang terbalik terbilang sulit karena derasnya air sungai, ditambah air keruh dan banyaknya kayu ikut terseret arus sungai terbesar di Luwu Raya itu.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, sempat mengunjungi keluarga korban perahu tenggelam di Dusun Melati Desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta Selatan, Rabu (18/8/2021). Bupati didampingi Sekretaris Daerah Armiadi, Kalaksa BPBD Muslim Muhtar, Camat Baebunta Selatan Muhammad Yamin, dan Pjs Kepala Desa Beringin Jaya.

Orang nomor satu di Luwu Utara ini juga memberikan bantuan yang berasal dari PMR dan SMAN 7.

Di hadapan keluarga korban, Indah menyatakan keprihatinannya terhadap musibah yang menimpa keluarga korban. Dirinya berharap, dua korban ini segera ditemukan kembali. “Mohon doa ta semua, semoga korban bisa segera ditemukan,” harap Indah.

Indah yang menggunakan Pincara untuk menemui keluarga korban di Dusun Melati berharap Tim SAR Gabungan tetap ikhtiar dan profesional dalam melakukan pencarian korban.

“Kepada petugas, jaga keselamatan dan perhatikan kondisi cuaca. Semoga kita semua senantiasa dilindungi dan korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” harapnya lagi.

Sekadar diketahui, pada 17 Agustus 2021, ketika rakyat memperingati HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, terjadi kecelakaan perahu tenggelam di sungai Rongkong. Perahu naas yang membawa penumpang ke Desa Beringin Jaya itu berisikan 21 orang penumpang. Dua orang masih dinyatakan hilang, sedangkan yang selamat 19. (bayu)

ADVERTISEMENT