Suster Gabriela Meilan Nakes Korban KKB Ternyata Ibunya Asal Toraja, Jenazahnya Belum Dievakuasi dari Jurang Sedalam 500 Meter

10454
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Jenazah Suster Gabriela Meilan, 22 tahun, hngga Jumat (17/9/2021), belum berhasil dievakuasi. Upaya evakuasi jenazah korban dihentikan pada Kamis (16/9/2021) malam akibat cuaca buruk.

Tim evakuasi kesulitan mengangkat jenazah Suster Ella, begitu Gabriela Meilan akrab disapa karena berada dalam jurang kedalaman 500 meter.d

ADVERTISEMENT

Suster Ella itemukan tewas dalam jurang sebagai salah satu korban aksi penyerangan KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) lalu.

Selain Ella, tim TNI bersama Polri menemukan juga suster Kristina Sampe Tonapa dalam kondisi selamat. Suster asal Toraja, Sulsel ini luka-luka di sekujur tubuhnya ditemukan dalam jurang sedalam 30 meter

Dari penelusuran KORAN SERUYA, Jumat (17/9/2021), Suster Ella  ternyata berdarah Toraja-Jawa. ibu Ella bernama Martina Rinding asal Toraja, yang sudah lama bermukim di Papua. Ayahnya asal Jawa bernama Musidi.

Walau berdarah Toraja asli, Ella lahir di Besum, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, l 31 Mei 1999.

Suster berparas cantik dan murah senyum ini, menyelesaikan pendidikannya di Jayapura mulai SD hingga SMA. Selepas tamat di SMA Taruna Bhakti, Waena Jayapura, Ella melanjutkan pendidikannya di STIKES Jayapura Papua.

Sejak kecil, Ella bercita-cita jadi perawat. Selepas kuliah, Ella yang memiliki keinginan besar bekerja di bidang kesehatan untuk membantu masyarakat, memulai tugasnya sebagai suster di RSUD Dekai Yakuhimo.

Setelah itu, bersama Suster Kristina Sampe Tonapa dipindahtugaskan atas pilihan Ella sendiri ke Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Belum dua bulan bertugas di Puskesmas Kiwirok, aksi penyerangan teroris KKB terjadi. Puskesmas Kiwirok tempatnya bertugas diserang dan dibakar KKB. Dokter dan tenaga medis lainnya, termasuk Suster Ella ikut diserang secara sadis.

Terakhir, setelah dinyatakan hilang bersama Suster Kristina Sampe Tonapa, pada Rabu (15/9/2021), mereka ditemukan dalam jurang. Ella ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sebelum bertugas di Puskesmas Kiwirok, rekan-rekannya di Bagian Laboratorium RSUD Dekai Yakuhimo sudah mengingatkan Ella agar tidak pindah tugas ke Puskesmas Kiwirok karena alasan daerah Kiwirok salah satu distrik di Pegunungan Bintang dikuasai KKB.

Namun Ella berkata bahwa warga Kiwirok orangnya baik-baik dan tempatnya aman. Alasan itulah yang membuat Ella bertugas di Puskesmas Kiwirok.

Mirnawati Cabang Judda, salah seorang sahabat Ella di RSUD Dekai Yakuhimo, melalui akun FB-nya, Rabu (15/9/2021) lalu, mengungkap bahwa Ella pindah tugas ke Kiwirok tanpa rasa takut karena menilai warga Kiwirok baik-baik dan tempatnya aman.

“Waktu di lab sy sering bilng ” Ela di lab RS saja ,tdk usah turun ke pos, Ela bilang” iya Kaka klw nama sy tdk keluar di Yahukimo Sehat (YS) sy di lab saja Kaka..
Sering chat2 di WA ala tanya² keadaan di dekai aman kah tdk, trs Ela bilang klw di Kiwirok orgnya baik2 dan tempatnya aman… Elaaaa kami tdk menyangka klw kamu gugur di tempat tugasmu,” tulis Mirnawatj Cabang Judda di akun FB dikutip KORAN SERUYA.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan, , jenazah Gabriela belum bisa dievakuasi karena sulitnya medan di kedalaman sekitar 500 meter pada Kamis (16/9/2021) malam dihentikan, dan upaya evakuasi dilanjutkan pada Jumat (17/9/2021).

“Evakuasi juga terkendala cuaca di Pegunungan Bintang yang tak mendukung dilaksanakannya evakuasi terhadap jenazah Gabriela sejak Rabu hingga Kamis,” kata AKBP Cahyo.

Sebelumnya diberitakan KORAN SERUYA, Kristina Sampe Tonapa dan Gabriela Meilan, dua tenaga medis (nakes) yang dikabarkan hilang pascapenyerangan KKB di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintanga ditemukan, Rabu (15/9/2021) malam.

Mereka membakar sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, gedung SD dan kantor kas Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua serta rumah warga baik yang ada di Kiriwok maupun Okhika.

Dalam insiden penyerangan ke Puskesmas Kiwirok, Ella gugur, empat tenaga medis lainnya mengalami luka serius dan satu orang tenaga medis lainnya bernama Gabriel Sokoy hingga saat ini masih belum diketahui nasibnya.

Gabriel dilaporkan hilang saat penyerangan tersebut. Aparat keamanan masih terus mencari keberadaan Gabriel Sokoy. (junias rombe)

ADVERTISEMENT