Selain Menembak Mati Pendeta, KKB juga Beringas Bunuh Ustadz Asal Selayar Sulsel

211
Aparat Keamanan TNI dan Polri mengevakuasi jenazah korban penembakan KKB
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sangat tak berprikemanusiaan dan sangat keji. Ternyata, kelompok yang sudah dilabeli teroris ini tidak hanya menembak mati seorang pendeta di Kampung Nogolait, Nduga, Papua, tetapi juga menembak mati seorang ustadz asal Sulsel.

Ada 10 warga sipil tewas karena diberondong peluru. Dari 10 orang tersebut, salah seorang diantaranya adalah Ustaz Daeng Marannu asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Termasuk Pendeta Eliaser Banner ikut jadi korban penembakkan.

ADVERTISEMENT

“Iya, ada Ustaz Daeng Marannu, pendeta Eliaser Banner juga menjadi korban penembakan,” ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Senin (18/7/2022).

Ustadz Daeng Marannu sempat menjadi khatib di Masjid Kenyam saat Idul Adha pada Minggu (10/7/2022) lalu. Korban memang kerap berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolalit, Nduga. “Jenazahnya diterbangkan ke kampung halamannya di Sulsel, tepatnya di Kayuadi, Kecamatan Takabonerate, Selayar,” kata Kombes Ahmad.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dua jenazah warga Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang juga menjadi korban tewas penembakan KKB di Nduga, juga sudah tiba di kampung halamannya. Jenazah para korban dibawa menggunakan kapal Feri.

Dua jenazah korban asal Sulsel itu, yakni Taufan Amir (42) dan Sirajudin (27), tiba di Pelabuhan Pamatata, Selayar, Senin (18/7/2022).

Keluarga para korban sangat terpukul atas musibah yang dialami keluarganya, apalagi para korban berangkat ke Papua untuk mencari nafkah. Namun di sisi lain keluarga juga sedikit lega atas inisiatif pemerintah memulangkan jenazah para korban.

“Keluarga pasti merasa terpukul karena saat pergi alasannya untuk mencari nafkah. Tapi keluarga di sini juga cukup lega dengan kepulangannya,” kata Iksar Rais, kemenakan Taufan Amir.

Almarhum Taufan Amir sendiri disebut berangkat ke Papua belum lama ini, tepatnya di awal tahun 2022. Sebelum berangkat ke Papua bersama istri dan satu orang anaknya yang masih kecil, kesehariannya di Kepulauan Selayar sebagai pekerja pembuat batu bata.

Bahkan, tujuan ayah dua anak itu ke Papua juga untuk bekerja di salah satu pabrik pembuat batu bata milik seseorang yang dia kenal. Sebab di kampung halamannya sendiri, penghasilan dari membuat batu bata dinilai hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dia sempat menawarkan diri dengan seorang yang dikenal di Papua bernama Haji Sahabut. Komunikasi terakhir Haji Sahabut tidak menerima karena karyawannya penuh. Cuma dia ngotot berangkat dan terakhir dia kerja di salah satu kios di Papua,” ujar Iksar, dilansir KORAN SERUYA dari detik.com, Senin (18/7/2022).

Atas insiden ini, Iksar dan keluarga besar almarhum berharap pemerintah daerah Papua maupun pemerintah Indonesia segera bertindak mengejar para pelaku penembakan. Ia pun berpesan pada masyarakat di Papua khususnya para perantau agar tetap jaga diri dan berhati-hati.

“Tindakan penembakan ini harus ditindak tegas oleh pemerintah daerah Papua maupun pemerintah Indonesia. Terus kami juga berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk para korban-korban yang ditinggal, karena rata-rata yang ke sana dan jadi korban adalah tulang punggung keluarga,” pungkasnya. (***)

ADVERTISEMENT