VIDEO: Banjir Besar Rendam Jeneponto, di Kawasan Ini Paling Parah

197
ADVERTISEMENT
JENEPONTO — Hujan deras selama dua hari akhirnya membuat beberapa kawasan di Kabupaten Jeneponto terendam banjir.
Salah satunya banjir yang melanda pemukiman warga di Kelurahan Bentenga, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Rabu (10/3/2021) pagi tadi.
Meluapnya air sungai akibat intensitas hujan yang cukup tinggi diduga menjadi penyebab banjir kali ini.
Di beberapa titik, ketinggian air diperkirakan mencapai satu meter lebih.
Selain di kawasan Jalan Maliang, Kelurahan Bentenga, Kecamatan Bangkala, banjir juga melanda di Lingkungan Borong Untia masih di kelurahan yang sama.
Bukan hanya di dua titik itu, banjir juga memapar di wilayah Kecamatan Binamu.
Di wilayah ini, pihak kepolisian melakukan patroli untuk mengantisipasi terjadinya tindakan gangguan Kamtibmas sekaligus mengontrol genangan air banjir dari sungai.
Adapun titik yang tergenang banjir di kecamatan Binamu berada di Kampung Panaikan, Balang Toa, Balang, Monro-monro dan Sapanang.
“Semuanya itu karena saluran air drainasi tersumbat sehingga air masuk di beberapa kolong rumah warga setempat,” ujar Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul.
Sedangkan di tempat lain di Kecamatan Tamalatea – Bontoramba, juga terdapat sejumlah titik yang tergenang air banjir langganan. Diantaranya Boyong, Tamanroya, Lentu, Karelayu dan Desa Datara.

“Titik terparah di Kampung Lentu, Desa Lentu puluhan rumah terandam air diperkirakan ketinggian 30 cm,” sebutnya.
Sedangkan untuk kasus banjir di Bangkala, Kasubag Humas mengatakan, penyebab banjir tersebut akibat meluapnya air Sungai Alluka.
Luapan sungai juga merembes ke jalan poros Jeneponto – Takalar. “Untuk di Bangkala dapat kita lihat bahwa ketinggian di permukiman warga satu meter lebih dan merembes ke jalan poros kurang lebih 50 centimeter,” jelas dia.
“Kurang lebih 30 rumah di sini,” sambungnya.

Jalan Poros Juga Banjir

Sementara itu, jalan poros Jeneponto tergenang air hujan dengan ketinggian 40-60 cm.

ADVERTISEMENT

Banjir terjadi di Allu Benteng, Paccelanga, Topa Banrimanurung dan Pallengu.

Banjir disebabkan karena intensitas curah hujan yang tinggi, dan luapan air dari persawahan. “Air meluap ke permukaan kantor dan jalan diperkirakan setinggi 40-60 cm. Namun semua kendaraan masih bisa melintas. Meskipun beberapa kendaraan lainnya ada yang menunggu surut air banjir,” masih kata Syahrul.

ADVERTISEMENT

Jalan poros Jeneponto – Bantaeng, tepatnya di Jalan Raya Allu, Paccelanga dan Topa, serta kantor Polsek Bangkala memang sudah menjadi daerah langganan banjir setiap musim hujan.

“Personel Polsek Bangkala melakukan pengaturan lalu lintas dan mengimbau pengendara untuk berhati-hati berkendara,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto telah berada di lokasi. BPBD kemudian melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga yang terendam menggunakan perahu karet.

Terbit Larangan dari Balai BBWS Pompengan Jeneberang
Sementara itu, Balai BBWS Pompengan Jeneberang mengeluarkan peringatan tentang status Bendungan Bili-bili, Rabu (10/3/2021).
Peringatan itu ditembuskan kepada Gubernur Sulsel, BPBD Sulsel, Walikota Makassar, Bupati Gowa, BPBD Gowa dan Makassar. Untuk menurunkan elevasi Bendungan Bili-bili, pembukaan pintu waduk akan ditambah menjadi 200 cm.
“Disampaikan bahwa bendungan Bili-Bilidi Kab. Gowa dgn nmr registrasi 7306.05.17.068 hari ini rabu, tgl 10 Maret 2021 jam06.00 wita elevasiBili Bili + 99,67 Mdpl (normal +99,50 Mdpl, elevasi waspada + 101,70) sesuai SOP & untuk menurunkan elevasi Waduk Bili Bili, jam 06.30 WITA kami akan menambah pembukaan pintu menjadi 200 cm,” tulis Balai BBWS Pompengan Jeneberang.
Dengan pertimbangan: kondisi hulu sungai Jenelata tidak ada hujan 0 mm. Elevasi di hilir sungai jeneberang (Bendung Bisua) akibat penambahan bukaan pintu menjadi +31,48 (elevasi waspada +31,79).
Disampaikan kepada masyarakat tidak melakukan kegiatan penyebrangan sungai, menambang, menjala ikan di hilir Bendungan Bili-bili dan kegiatan lainnya di muara sungai Jeneberang, warning Balai BBWS Pompengan Jeneberang dalam keterangan tertulisnya.

Intip videonya DISINI:

(*) 

ADVERTISEMENT