Video Puluhan Mahasiswa Segel Rektorat Unanda Palopo Nyaris Ricuh

880
Puluhan mahasiswa berunjukrasa di halaman Rektorat Unanda Palopo
ADVERTISEMENT

PALOPO–Puluhan mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo berunjukrasa di Halaman Rektorat Unanda, Kamis (18/6/2020), siang tadi, sekitar pukul 11:45 Wita. Dalam aksi ini, para mahasiswa menyegel gedung Rektorat kampus ternama di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat OlehMW Quiz

Aksi ini mendapat perlawanan dari pihak kampus, sehingga terjadi aksi dorong mendorong antara mahasiswa dan pihak kampus.

ADVERTISEMENT

Berikut videonya dari Instagram Palopomedia:

VIDEO: @palopomedia

ADVERTISEMENT

Aksi segel kampus ini ditengarai masih aksi lanjutan beberapa hari lalu, yang dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Walenrang Lamasi (IMWAL). Pada Selasa (16/6/2020) lalu, mereka menutup akses jalan Trans Sulawesi tepatnya di depan jalan rencana pembangunan kampus baru Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Selasa 16 Juni 2020.

Mereka menuntut supaya kedua temannya yang ditangkap pada Sabtu (6/6/2020) lalu, karena diduga melakukan pemukulan terhadap anggota pengamanan kampus (Satpam) saat melakukan aksi menuntut subsidi Covid-19 bagi mahasiswa serta pengungkapan akun Instagram yang diduga melukai hati seluruh mahasiswa Imwal.

Ketua Imwal, Ardiansah Ma’sud mengatakan mereka menyayangkan sikap birokrasi Unanda yang begitu reaktif terhadap mahasiswanya sendiri yang juga merupakan kader Imwal.

Sikap reaktif itu ditunjukkan dengan mengirimkan pengacara kampus untuk mendampingi pengamanan kampus yang diduga dianiaya sementara untuk rekannya tidak didampingi pengacara.

Harusnya, masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, karena masalah ini terjadi di dalam lingkungan kampus, bukan dengan cara mempidanakan, tetapi dibina terlebih dahulu, karena bagaimana pun kedua mahasiswa tersebut adalah anak-anak mereka yang oleh orangtua kandungnya sudah dititipkan kepada rektor Unanda untuk dibina, imbuh Ardiansah lagi.

Beberapa hari ini kami sabar dan melakukan upaya-upaya persuasif kepada birokrasi kampus Unanda untuk menyelesaikan masalah ini, tapi sampai hari ini rektor Unanda seolah menutup mata dengan masalah ini, kata Adriansah.

Adriansah Mas’ur merasa kecewa dengan tidak digubrisnya upaya-upaya yang selama ini telah dilakukan, sehingga aksi menutup jalan rencana lokasi pembangunan kampus dilakukan,

Pak Rektor harusnya bijak menyikapi persoalan ini, kami selalu pesan badan dan bahkan turun langsung mendukung rencana pembangunan kampus berlokasi di wilayah walmas, tapi dengan adanya kejadian ini, kami mahasiswa Imwal mulai mempertanyakan sikap persahabatan tersebut. Kami berkesimpulan bahwa Unanda ini tidak bersahabat dengan kami, tak mampu membina anak-anaknya, bahkan tak mempunyai perasaan terhadap anaknya sendiri.

Adriansah Mas’ur kembali menambahkan pihaknya akan terus melakukan aksi, bahkan dengan dengan jumlah massa yang lebih banyak, bukan hanya mahasiswa tetapi juga akan mengajak masyarakat Walmas, jika kampus Unanda tidak melakukan upaya yang baik terhadap kasus yang menimpa kadernya tersebut.

Pihak Rektorat Unanda sendiri melalui Wakil Rektor II Bidang Adm. Umum dan Keuangan, Dr Bakhtiar SE MM, saat coba dikonfirmasi Koran Seruya soal tuntutan mahasiswa Imwal tersebut belum bersedia memberi keterangan resmi. “Saya tidak punya kewenangan, dik, saya lagi rapat,” ucap Bakhtiar singkat, yang mengaku sedang berada di Makassar mengikuti Rapat Kopertis Wilayah IX Sulawesi. (*/iys)

 

 

ADVERTISEMENT