Walikota Palopo Hadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan di Makassar

502
Walikota Palopo, HM Judas Amir bersama kepada daerah se-Sulawesi, Maluku dan Papua menghadiri pertemuan tahunan industri jasa keuangan.
ADVERTISEMENT

Makassar — Walikota Palopo, HM Judas Amir menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Selasa (29/1/2019).

Pertemuan ini dihadiri oleh bupati/walikota wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK optimistis tahun ini perekonomian dan sektor jasa keuangan berada dalam trend perbaikan dengan challenge yang tentu lebih banyak lagi.

ADVERTISEMENT

Pihak OJK menjelaskan trend pertumbuhan yang positif telah dilewati dengan berbagai indikator mulai pertumbuhan ekonomi hingga laju inflasi. Perekonomian tumbuh di angka 5,3 persen dengan inflasi yang terjaga relatif rendah di level 3,5 persen.

Judas Amir mengatakan, semoga dalam pertemuan tahunan industri jasa keuangan propinsi sulawesi selatan tahun 2019 ini, juga berdampak ke daerah serta menambah gairah bagi pembangunan infrastruktur di daerah.

ADVERTISEMENT

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) yang juga hadir mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keuangan yang terjaga. Salah satunya dengan menghadirkan infrastruktur yang mendukung. Selain terciptanya kondisi politik dan keamanan yang stabil.

“Saya kira ini momentum yang sangat baik apa yang disampaikan OJK bahwa kita tumbuh positif dan ini harus kita jaga. Ini stabilitas politik dan keamanan juga, apalagi kita akan pileg dan pilpres,” kata Nurdin Abdullah.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi memaparkan total aset industri jasa keuangan di Sulsel pada 2018 mencapai Rp 164,4 triliun, tumbuh 6,4 persen, sedangkan kredit industri jasa keuangan mencapai Rp 138,5 triliun, tumbuh 4,7 persen.

“Pertumbuhan industri jasa keuangan ditopang oleh pertumbuhan sektor perbankan dengan total aset mencapai Rp 145,1 trilliun, tumbuh 6,29 persen,” katanya.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,20 persen menjadi Rp 95,2 triliun, dan kredit tumbuh 4,3 persen menjadi Rp 120,2 trilliun. Kredit UMKM juga tumbuh positif 4,02 persen dengan pangsa 32,28 persen dari total kredit. (asm)

ADVERTISEMENT