1 Kg Ganja dan 94 Gram Sabu Disita BNN Palopo Sepanjang Tahun 2019

271
Kepala BNN Palopo Ustin Pangarian menyampaikan kinerja BNN Kota Palopo saat jumpa pers, Selasa (17/12/2019)

PALOPO–Jelang tutup tahun 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo mengadakan jumpa pers terkait kinerjanya dalam satu tahun ini. Sepanjang tahun 2019, sebanyak 10 tersangka dari dua kasus penggunaan sabu diungkap BNN Palopo.

Dari dua kasus tersebut, BNN Palopo menyita sebanyak 94 gram sabu, dan ganja 1 kilogram. “Sebanyak 10 orang tersangka, 9 orang tersandung kasus narkotika sabu dan kasus ganja 1 orang. Berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” kata Kepala BNN Palopo Ustin Pangarian dalam jumpa pers, Selasa (17/12/2019).

Ustin mengatakan, kegiatan pencegahan yang dilakukan BNN Palopo menyasar ribuan orang melalui sosialisasi dan kampanye stop narkoba 2019. Itu berupa penyuluhan tatap muka, media elektronik maupun media luar ruangan.

“Dengan sosialisasi kami melibatkan 38.533 orang dari berbagai kalangan, baik kelompok masyarakat pekerja, pelajar dan advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba kepada 6 lembaga/kelompok yaitu pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat. Sebagai upaya deteksi dini tahun ini kami memfasilitasi kegiatan tes urine yang diikuti 443 orang,” ucap Ustin.

Tidak hanya membekali masyarakat dengan sosialisasi kampanye, pencegahan penyalahgunaan narkoba juga dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan penggiat anti narkoba.

“Pelatihan penggiat anti narkoba sebanyak 4 kegiatan dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang dan memberikan pelatihan life skill kepada 15 orang berupa pelatihan service AC kepada kelompok rentan di kawasan rawan,” ujarnya.

Untuk penyelamatan penyalahgunaan melalui rehabilitasi, BNN Palopo telah menyelamatkan para pengguna dari belenggu narkoba agar dapat pulih, produktif dan berfungsi sosial kembali dengan merehabilitasi 67 orang penyalahguna narkoba di 5 tempat rehabilitasi.

“Ada 30 orang kami rujuk untuk menjalani program rehabilitasi rawat inap di Balai Rehabilitasi Baddoka Makassar dan Rumah sakit sayang Rakyat serta pelaksanaan assessmen terpadu terhadap 33 orang, Selain layanan rehabilitasi juga memberikan pelayanan tes urin kepada masyarakat umum seperti pencari kerja, pekerja, pelajar sebanyak 1.918 orang,” katanya. (*/tari)