Ini Alasan Kenapa Warga Bajo Barat “Masih Sayang” sama Masmindo

653
(foto/ Mongabay Indonesia)

LUWU–Terkait aktivitas PT. Masmindo yang disebut-sebut “tidak jelas” dalam melakukan kegiatan selama sedikitnya 40 tahun di Kabupaten Luwu mendapat beragam tanggapan dari warga maupun tokoh Tana Luwu.

Ragam komentar tersebut rerata bernada miring. Mereka mempertanyakan “manfaat” dan keterbukaan perusahaan tambang itu atas kinerja mereka puluhan tahun meneliti kandungan emas dan mineral di bumi Sawerigading tersebut.

Namun, komentar warga Desa Bonelemo ini justru sebaliknya. Ia menilai PT. Masmindo sudah cukup transparan dan memiliki kepedulian yang besar terhadap warga sekitar, khususnya di Kecamatan Bajo Barat di sekitar Latimojong.

Warga Bajo Barat, Muhammad Idrus, yang menghubungi redaksi Koran Seruya menilai, PT. Masmindo selama ini sangat baik dengan masyarakat setempat.

“Saya sebagai warga Bajo Barat menilai pemberitaan tentang Masmindo itu tidak sepenuhnya benar, karena menurut saya pribadi, perusahaan tersebut sudah transparan dan tidak melanggar aturan perundangan yang berlaku,” jelas Boby, sapaan akrab mahasiswa IAIN Palopo itu, Sabtu (15/02/2020).

Lanjut dia, selama ini Masmindo sangat baik dan peduli terhadap masyarakat, jika ada masalah mereka mau ikut turun tangan memberikan bantuan, jelas ketua dewan Hikmah Bajo Barat itu.

“Masmindo peduli terhadap kami, mereka membantu dalam hal perbaikan jalan, membantu penanganan longsor karena saya pernah langsung terlibat dalam penanganan longsor bersama Masmindo dengan menanam 100000 rumput gajah,” jelas Idrus mengurai CSR perusahaan Masmindo.

Selain itu, Idrus juga menambahkan, “Masmindo tidak pernah belanja bahan pangan diluar, selalu di masyarakat Latimojong sendiri, dan inipun menurut saya membantu perekonomian masyarakat di atas (gunung). Begitupun dengan pemasangan Wifi di desa-desa dan listrik,” pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, Masmindo ditengarai oleh legislator PDI Perjuangan, Ridwan Bakokang dan Ketua KKL Raya, Buhari Kahar Mudzakkar – sudah “membodohi” Pemkab dan masyarakat Luwu. Mereka mempertanyakan kinerja perusahaan tambang itu yang dicurigai sudah “membawa hasil” berupa logam mulia di perut Latimojong dengan dalih masih sementara “penelitian”.

(iys)