Satgas Investasi Sosialisasi di Camp Masmindo, Jelaskan Kontrak dan Status Lahan

216
ADVERTISEMENT

BELOPA — Satuan tugas (Satgas) percepatan investasi Kabupaten Luwu melakukan kunjungan dan sosialisasi kepada warga pemilik lahan terkait status dan pembebasan lahan di Camp Awak PT Masmindo, Rabu (31//05/2023).

Dipimpin Ketua Satgas percepatan investasi, Sulaiman, Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali, Kapolres Luwu, AKBP Arisandi, perwakilan Kajari Luwu, Kepala Badan Pertanahan Nasional Luwu, Gunawan Hamid. Dihadiri pula General Manager External Affairs PT Masmindo, Wahyu Diartito dan 40 warga pemilik lahan.

ADVERTISEMENT

Ketua Satgas, Sulaiman mengatakan, sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan penjelasan kepada warga tentang mekanisme pembebasan lahan. Menurutnya, pemerintah memiliki komitmen yang sama untuk mendorong investasi Masmindo agar segera berjalan di Kabupaten Luwu.

Lanjut Sulaiman menjelaskan, status izin PT Masmindo dan status lahan yang ada di sekitar wilayah perusahaan tembang emas itu merupakan kontrak karya yang menjalin perjanjian dengan negara dan pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

Dikesempatan sama Kepala Badan Pertanahan Nasional, Gunawan menjelaskan kelompok status lahan. Dia menyebut ada tiga kelompok yakni, pertama lahan berstatus hak milik yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat, kedua tanah negara dalam penguasaan secara fisik pemiliknya menunaikan kewajiban pembayaran PBB dan ketiga tanah negara berstatus bebas tanpa penguasaan.

Penekanan lain dikatakan Gunawan yakni, pentingnya kejelasan lokasi lahan termasuk ada koordinat dan batas-batasnya yang diakui pihak sekelilingnya, perlu adanya hubungan hukum antara tanah dengan pemiliknya adanya SPPT dan PBB.

Terpisah General Manager External Affairs PT Masmindo, Wahyu Diartito mengatakan, menyelesaikan hak-hak warga pemilik lahan dengan pembebasannya dipastikan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Kami tidak hentinya meminta dukungan dari semua pihak, terutama warga masyarakat, agar Masmindo dapat segera memulai kegiatan operasinya, sehingga dapat lebih banyak mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan,” pungkas Wahyu Diartito. (mat) 

ADVERTISEMENT