Pasca Banjir Bandang di Lutra, Jubir: Waspadai Klaster Pengungsi dan Klaster Relawan

135
ADVERTISEMENT

MASAMBA–Banjir bandang yang menerjang Luwu Utara membuat gusar Tim Gerak Cepat kabupaten itu dalam pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Dalam keterangan tertulisnya, Komang Krisna selaku juru bicara resmi pemerintah kabupaten Lutra mengatakan, dalam situasi seperti ini sangat diperlukan kewaspadaan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, dimana jumlah pengungsi yang cukup banyak ditambah lagi banyak pengungsi dan relawan yang tidak mengindahkan lagi protokol kesehatan.

Selain itu, tulis Komang, pelayanan rapid test secara gratis tetap dilakukan pada situasi tanggap darurat bencana banjir bandang yang Senin malam lalu menerjang Bumi Lamaranginang.

Menurut Komang, “saat ini banyak pengungsi dan relawan yang tidak lagi menggunakan masker. Dan para relawan yang memberikan bantuan di kabupaten Luwu Utara sangat banyak, bahkan ribuan, untuk itu, atas nama gugus percepatan penanganan covid-19 kab Luwu Utara, para relawan tetap harus mengikuti protokol kesehatan.”

ADVERTISEMENT

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan akan potensi munculnya klaster pengungsi maupun Klaster relawan di masa pandemi yang bersamaan dengan datangnya bencana banjir di Luwu Utara.

“Perlu kami informasikan bahwa kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 57 orang. Walaupun telah dilakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 49 spesimen terkonfirmasi negatif covid-19,” sambungnya.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Kata dia, menerapkan protokol kesehatan dengan konsepsi adaptasi kebiasaan baru tetap menjadi prioritas.

Apalagi, Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah merilis bahwa penyebaran covid-19 juga bisa terjadi melalui udara. Beberapa studi menunjukkan bahwa covid-19 mampu bertransmisi dan bisa melayang atau mengambang 12 jam di udara, pungkas Komang.(iys)

 

ADVERTISEMENT