Aktifitas JCH Asal Palopo di Madinah : Seharian Kunjungi Tiga Tempat

656
Jamaah calon haji asal Palopo berada di Jabal Magnet. Banyak fenomena langka yang terjadi di tempat ini.
ADVERTISEMENT

LAPORAN : Harisal A Latief, Madinah

MEMASUKI hari kelima di madinah, 115 Jamaah Calon Haji (JCH) asal kota Palopo yang tergabung dalam kloter 17 UPG dilaporkan dalam kondisi sehat meski cuaca panas yang begitu menyengat.

ADVERTISEMENT

Selain fokus ibadah shalat arbain di Madinah, para jamaah juga sempat mengunjungi sejumlah tempat bersejarah dan tempat wisata yang ada. Tercatat, pada Selasa (23/7/2019) waktu setempat, para jamaah mengunjungi tiga tempat. Diantaranya Jabal Magnet, percetakan alquran dan kebun kurma nabi.

BACA JUGA :Cuaca Panas di Madinah, Begini Kondisi JCH Asal Palopo

ADVERTISEMENT

Jabal magnet merupakan salah satu daya tarik bagi calon haji maupun umrah dan kian populer di Arab Saudi. Orang-orang takjub akan berbagai fenomena langka yang terjadi di Jabal Magnet, salah satunya mobil yang bisa mundur sendiri. Jabal Magnet (Magnetic Hill) terletak kira-kira 60 kilometer dari Kota Madinah.

Perjalanan menuju kawasan Jabal Magnet dari Madinah dipenuhi sejumlah perkebunan kurma dan hamparan bukit berbatuan. 10 kilometer menjelang Jabal Magnet, ada sebuah danau buatan yang besar. Gunung Magnet didominasi warna hitam dan merah bata. Di Jabal Magnet jarum penunjuk kompas tidak bekerja sebagaimana mestinya. Arah utara-selatan menjadi kacau. Selain itu, telepon seluler bisa kehilangan sinyal bahkan rusak di lokasi itu.

Jabal Magnet terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Madinah. Perjalanan menuju Jabal Magnet dipenuhi sejumlah perkebunan kurma dan hamparan bukit bebatuan. Kemudian percetakan alquran. Percatakan alquran yang dikunjungi ialah King Fahad milik Kerajaan Arab Saudi yang berlokasi di Madinah terkenal sebagai pusat percetakan Alquran terbesar di dunia. Lembaga ini memproduksi sebanyak 18 juta eksemplar mushaf Alquran setiap tahun.

BACA JUGA :Di Madinah, JCH Asal Palopo Manfaatkan Waktu Luang

Salinannya diterjemahkan ke dalam 78 bahasa, seperti Prancis, Urdu Turki, dan bahasa Indonesia. Lembaga ini didirikan pada tahun 1980-an. Dan secara umum, sudah memproduksi 300 juta eksemplar Alquran dan mendistribusikannya ke berbagai negara di seluruh dunia.

Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD), Harisal A Latief mengatakan, sebelum bertolak ke Mekkah dan meninggalkan Madinah pada Sabtu mendatang, para jamaah masih fokus ibadah.

“Kami juga sementara memenuhi perlengkapan-perlengkapan untuk ke Mekkah, seperti jubah, sorban, penutup cadar bagi wanita untuk mengurangi panas terik matahari,” sebut Harisal. (asm)

ADVERTISEMENT