Akun WA Dikloning, Sekda Palopo Mengaku Adiknya dan Kolega yang Lain Dimintai Uang Hingga 5 Juta Rupiah

299
ADVERTISEMENT

PALOPO–Sekda Palopo Firmanza DP merasa gerah, lantaran akun WhatsApp (WA) miliknya telah dikloning oleh pihak tidak bertanggungjawab.

Kejadian ini disampaikan langsung Firmanza saat dihubungi Koran Seruya lewat telepon, Kamis (4/2/2021) sekira pukul 08.10 WITA.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut Si Peretas itu melakukan aksinya pada Rabu 3 Februari 2021, sekira pukul 21.00 WITA.

“Saya baru tahu tadi malam, kira-kira sekitar jam 9 atau jam 10-an, makanya saya langsung menulis postingan di Facebook supaya jangan ada yang tanggapi Si Oknum Peretas tersebut,” ujar Firman, sapaan akrab mantan Kepala Bappeda Palopo itu.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, Firmanza kemudian menulis di akun Facebook pribadinya, pada pukul 22.17 WITA:

“WA sy di cloning, mohon agar diabaikan apabila ada permintaan yg mengatasnamakan saya….terima kasih….”
Saat Koran Seruya berusaha menghubungi nomor WA yang sering digunakan oleh Sekda Palopo itu, ternyata akun dengan nomor ponsel tersebut sudah tidak aktif lagi.

 

Cerita Firmanza Usai WA Dibajak, Ada yang Dimintai Hingga Rp5 Juta

 

Saat akunnya dibajak Rabu malam itu, Firmanza mengaku ada banyak pihak yang menelepon dirinya untuk menanyakan apakah benar jika dia yang meminta untuk ditransferkan sejumlah uang via WhatsApp.

 

“Nah sejak tadi malam mulai banyak yang menelpon saya. Ada yang dimintai uang macam-macam. Adik saya sampai dimintai uang Rp5 juta begitu juga dengan keluarga yang lain, kolega-kolega, banyaklah, bervariasi nominalnya,” tuturnya.

“Untung saja mereka menelpon saya dulu, kalau tidak wah bisa celaka, uangnya bisa diambil Pihak Peretas,” ujar Firmanza.

Atas kejadian ini, ia menyebut sudah melapor langsung ke Pihak WhatsApp via contact personnya di Pusat.

“Saya minta sama pihak WA agar nomor saya diblok. Tadi saya coba login ulang di WA, ternyata Si Pelaku menerapkan sistem keamanan 2 langkah. WA saya diberi password. Jadi saya sendiri sudah tidak bisa masuk di akun itu. Ini saya masih sementara konsultasi dulu sama perusahaan WhatsApp, mudah-mudahan bisa segera ditangani,” kata dia.

Atas kejadian ini, Firmanza berpesan agar kolega dan rekan-rekannya utamanya di Pemkot Palopo untuk lebih berhati-hati jika menerima pesan atau chat WA yang mengaku sebagai dirinya.

“Kalau ada yang minta aneh-aneh mohon jangan ditanggapi, itu bukan saya!,” ujar Firmanza yang mengaku masih berpikir-pikir jika akan mengganti akun WAnya dengan nomor telepon yang baru, usai kejadian ini.

“Kalau tidak ada jalan lain, mungkin untuk sementara saya ganti nomor yang baru dulu tapi khusus untuk WA, sedangkan untuk telepon masih tetap di nomor yang biasanya,” pungkasnya.

(iys) 

ADVERTISEMENT