Arsyad Kasmar Siap Bertarung di Pilkada Lutra, Maju Cabup atau Cawabup Tergantung Hasil Survei,

281
Arsyad Kasmar

MASAMBA–Arsyad Kasmar ‘comeback’ di Pilkada Luwu Utara (Lutra) 2020. Kepastian Arsyad Kasmar akan maju Pilkada Lutra menyusul puteranya, Ade Arman Saputra telah mengembalikan formulir pendaftaran sang ayah di Sekretariat DPC Partai Gerindra Lutra, Sekretariat DPC Partai Gerindra Luwu Utara di Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Jumat (25/10/2019) lalu.

Saat itu, Ade Arman ditemani puluhan keluarga. Mereka diterima tim deks pilkada yang terdiri dari Rahmat Laguni, Paulus Palino hingga Adam Mohpul. “Beliau mengamanahkan kepada kami mengembalikan formulir. Meski demikian ini tidak mengurangi keseriusan beliau maju,” kata Ade Arman.

Usai mengembalikan formulir, Ade menegaskan, ayahnya siap maju bertarung di Pilkada Lutra 2020. “Ini penyampaian Beliau,” katanya.

Arsyad Kasmar juga mengaku siap maju sebagai calon bupati maupun wakil bupati. Apalagi hal ini merupakan perintah partai. “Saya harus siap, apakah jadi calon bupati atau wakil bupati nanti kita lihat,” tandas Arsyad.

Menurutnya, survei kandidat nantinya akan turun pada Nopember tahun ini, di mana kata Arsyad semua kandidat akan disurvei baik yang mendaftar di Gerindra maupun di partai lain. “Jadi hasil surveilah yang menentukan saya maju sebagai calon bupati atau hanya wakil, yang pasti pilkada ini saya maju sesuai perintah partai,” ujarnya.

Dalam kancah perpolitikan di Lutra, Arsyad Kasmar bukan orang baru. Dia sudah dua kali bertarung, Pilkada 2005 dan 2010 lalu. Namun meski dua kali gagal, ternyata tak menyurutkan tekad Arsyad Kasmar untuk kembali maju Pilkada Lutra 2020.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Luwu Utara, Adam Mohpul menegaskan partainya membuka diri kepada siapa saja yang ingin mendaftar. “Kami terbuka kepada siapa saja yang berkompeten dan siap maju di pilkada, baik calon bupati maupun wakil,” terang Adam Mohpul.

Pengambilan sekaligus pengembalian formulir di Partai Gerindra dijadwal hingga tanggal 30 Oktober. Partai Gerindra punya tiga kursi di DPRD Luwu Utara. Partai berlambang burung garuda harus koalisi. Sebab, butuh tujuh kursi untuk mengusung pasangan balon bupati dan wakil bupati di Pilkada Luwu Utara.

Di tempat terpisah, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lutra, Paulus Palino menambahkan, penjaringan calon bupati sesuai Instruksi DPP Gerindra di Jakarta pada 16 Oktober lalu, di mana daerah-daerah segera membuka pendaftaran calon Bupati/wakil bupati untuk diseleksi dan fit proper test.

Paulus mengatakan, Pilkada Tahun 2020 Gerindra akan berjuang untuk mendudukan kadernya sebagai bupati maupun wakil bupati. Namun demikian, Gerindra kata Paulus tidak ingin mengulang kesalahan lama, yakni mengusung kandidat yang tidak konsisten, ketika tujuannya sudah tercapai partai ditinggalkan. (*/cbd)