Belajar Soal Sampah, TP PKK Luwu Belajar ke Balikpapan

24
ADVERTISEMENT

BALIKPAPAN — Penasaran dengan konsep Zero Waste yang diterapkan dalam pengelolaan sampah di Kota Balikpapan, Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Hayarna Basmin dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) berkunjung ke ibu kota dari Provinsi Kalimantan Timur itu.

“Konsep Zero Waste yang diterapkan dalam pengelolaan sampah di Kota Balikpapan ini membuat kami penasaran seperti apa bentuknya, sehingga kami berinisiatif untuk melakukan studi tiru, datang langsung melihat penerapannya disini,” kata Hayarna dihadapan Pj. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, Rabu (02/11/2022).

ADVERTISEMENT

Hayarna berharap dapat memperoleh masukan dan ilmu pengetahuan terkait pengelolaan sampah di Kota Balikpapan dan bisa diterapkan di Kabupaten Luwu sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya, bukan hanya dari segi kebersihan tetapi juga pada sektor perekonomian dan kesejahteraanBerita Luwunya.

“Semoga apa yang kami sudah dengarkan bisa kami jadikan referensi untuk kami tiru, minimal ada peningkatan pola-pola pengolahan sampah di kabupaten Luwu. Semoga kami juga mampu meniru prestasi kota Balikpapan,” ucapnya.

Wakil Ketua II DPRD Luwu, Zulkifli yang juga turut dalam rombongan menyampaikan apresiasinya kepada Pemkot Balikpapan yang antusias berbagi ilmu tentang pengelolaan sampah.

“Ini suatu hal yang luarbiasa, dapat berkunjung ke kota Balikpapan memperoleh masukan-masukan dalam mengelola sampah. Kami selaku mitra Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Balikpapan, semoga apa yang telah kami serap, bersama dengan pemkab Luwu bisa kami wujudkan”, kata Zulkifli.

Dalam acara penyambutannya, Pj. Sekda Kota Balikpapan, Muhaimin memaparkan sekilas tentang profil Kota Balikpapan termasuk beberapa penghargaan yang diperoleh dalam upaya peningkatan kebersihan Kota Balikpapan.

“Balikpapan menerima 24 kali Piala Adipura, 5 diantaranya Adipura Kencana dan 1 Adipura Paripurna, ini merupakan penghargaan terkait kebersihan. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar adalah satu-satunya TPA di Indonesia yang dikunjungi oleh Presiden Jokowi” Jelas Muhaimin.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Noor juga menambahkan, di TPA Manggar, sudah tidak tercium lagi bau sampah karena pemkot telah membuat wisata edukasi bagi pelajar-pelajar.

“Disana mereka dapat melihat langsung dan memperoleh ilmu pengolahan sampah, dan bagaimana sampah itu bisa bernilai ekonomis” ungkap M. Noor. Kegiatan studi tiru Pemkab Luwu itu dilanjutkan dengan kunjungan ke TPA Manggar yang merupakan TPA terbaik di Indonesia. (rls)

ADVERTISEMENT