Beredar Rekaman Kamera Pengintai Detik-detik Terjadinya Penyerangan Posko BISA di Bonebone, Brimob Baebunta Mulai Turun Tangan

1206
ADVERTISEMENT

LUWU UTARA–Kasus kekerasan dan premanisme kembali mencederai proses demokrasi di Bumi Lamaranginang Luwu Utara, Jumat malam lalu (27/11/2020) di Bone-bone Luwu Utara.

Minus 11 hari pemungutan suara, ada dua kasus kekerasan fisik yang terjadi mewarnai Pilkada Luwu Utara 2020 ini.

ADVERTISEMENT

Pertama, penyerangan rumah dinas Camat Bone-bone pada Minggu (22/11/2020) malam pekan lalu, dan yang teranyar, penyerangan Posko pasangan Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (BISA), pada Jumat (27/11/2020) malam kemarin.

Di jejaring Facebook beredar rekaman CCTV alias kamera pengintai di sekitar lokasi Posko Induk BISA di kecamatan Bonebone saat diserang OTK tersebut. Kamera CCTV ini terpasang di seberang jalan, di sebuah Distro, tepat di samping Posko Bisa yang mengarah langsung ke depan.

ADVERTISEMENT

Dalam video berdurasi 2 menit 10 detik itu, nampak sekelompok OTK menyambangi Posko BISA. Terjadi keributan dan massapun kemudian melakukan tindakan anarkis, dengan melempari Posko BISA dari arah jalan raya.

Puluhan massa terlihat di CCTV bahkan sempat memasuki Posko dan melancarkan serangan dari dekat dengan menggunakan batu.

ADVERTISEMENT

Dari kasus ini, polisi telah mengamankan satu orang Pelaku yakni SK (45), berprofesi Petani, beralamat di Desa Bantimurung Kecamatan Bone-bone. Pelaku diduga berasal dari massa simpatisan pendukung Paslon nomor urut 1, M Thahar Rum-Rahmat Laguni (MTR-RL).

SK diciduk pada Sabtu 28 November 2020 sekira pukul 01.00 Wita, dini hari, berkat kesigapan personel Polres Luwu Utara.

Kasat Reskrim AKP Syamsul Rijal kepada awak media mengatakan, pelaku kini sudah diamankan di Polsek Bone-bone untuk proses penyidikan lebih lanjut, sementara Pelaku lain masih terus diburu.

“Pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11/2020) kemarin.

Brimob Baebunta Turun Tangan Amankan Daerah Konflik

Sementara itu, pengamanan di wilayah Kecamatan Bonebone, Luwu Utara sudah mulai diperketat.

Peningkatan keamanan ini menyusul dua kasus kekerasan dalam sepekan terakhir di Bonebone yang melibatkan dua kubu yang berseberangan di Pilkada Luwu Utara.

Personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel atau Brimob Baebunta sudah mulai terlihat di belahan bagian utara dari kabupaten Luwu Utara itu.

Saat ini, personel Brimob sudah rutin melakukan patroli memastikan situasi tetap kondusif.

Komandan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, AKP Laode Rusli mengatakan, patroli dilakukan atas arahan Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis.

“Kegiatan patroli terus ditingkatkan, terutama di jam-jam tertentu pada malam hari dan menyisir semua lokasi di kecamatan itu yang disinyalir rawan terjadi konflik,” kata Laode, Minggu (29/11/2020).

Kapolres Luwu Utara, AKBP Irwan Sunuddin mengatakan, pelaku penyerangan posko Indah-Suaibdi Kecamatan Bone-bone dilakukan oleh tiga orang.

Satu diantaranya berinisial SK (45) warga Desa Bantimurung, Kecamatan Bone-bone, diringkus beberapa saat setelah melakukan aksinya. “Sudah ada satu pelaku penganiayaan dan pengrusakan yang kita amankan, dua lainnya sementara dalam pengejaran,” ujar Irwan kemarin.

Sedangkan Juru Bicara (Jubir) Pasangan Indah-Suaib, Hikmawan Pasalo, lewat keterangan tertulis mengatakan, penyerangan terjadi Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 23.11 Wita.

“Tim pemenangan kecamatan setempat didampingi tim ahli hukum telah melaporkan kejadian penyerangan dan pengrusakan tersebut di Polsek Bone-bone,” kata Hikmawan.

Hikmawan mendukung penuh aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam proses Pilkada.

“Kami juga teguh pada komitmen untuk secara bersama menciptakan Pilkada yang sehat, aman, dan damai. Kami juga berharap pihak keamanan Polres Luwu Utara lebih memperketat lagi penjagaan keamanan di tingkat kecamatan, kelurahan/desa,” katanya. (*/byu)

ADVERTISEMENT