Pukul 16.20 WIB, Black Box Sriwijaya Air Ditemukan

184
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, telah ditemukan.

Black box berisi data penerbangan yang bisa digunakan untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

ADVERTISEMENT

Kotak hitam itu berhasil dibawa KRI Rigel ke Posko JICT, Tanjung Priok, Selasa (12/1/2020) sore.

Kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini ditemukan di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pukul 16.20 WIB. Menurut informasi dari Antara, Black box lalu dibawa menggunakan searider dan akan dibawa ke JICT II.

ADVERTISEMENT

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah melapor kepada Presiden Jokowi mengenai evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ182. Jokowi memerintahkan untuk mempercepat pencarian black box Sriwijaya Air.

Sebelumnya, Sriwijaya Air SJ 182 jatuh pada Sabtu (9/1/2021) lalu usai lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Sedianya pesawat nahas tersebut akan menuju Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Data sementara mencatat, pesawat sempat berbelok dari jalur seharusnya sebelum turun tajam dari ketinggian.

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, nyatanya black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.

Black box terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu CVR (Cockpit Voice Recorder) atau percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR (Flight Data Recorder) atau rekaman data penerbangan.

FDR terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis.

Black Box juga dilengkapi perangkat yang dikenal sebagai Underwater Locator Beacon (ULB).

Perangkat tersebut akan aktif segera setelah perekam bersentuhan dengan air dan dapat mengirimkan sinyal dari kedalaman 14.000 kaki. Black box ini pun tidak berwarna hitam melainkan berwarna oranye.

Penemuan black box Sriwijaya Air SJ 182 ini diharapkan mampu membuka tabir dari kecelakaan pesawat nahas tersebut, agar segara terungkap.

(*/iys)

ADVERTISEMENT