BNN Akui Sudah Petakan Titik Rawan Peredaran Narkoba di Palopo

203
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palopo, Burhan Nurdin membuka kegiatan bimtek teknis dalam rangka sinergitas program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder terkait, di Hotel Harapan Palopo, Rabu (20/11/2019).

PALOPO–Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo kian giat mengadakan bimbingan teknis dalam rangka sinergitas program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder terkait, sebagai upaya memerangi peredaran Narkoba di Kota Palopo. BNN Palopo kembali mengadakan Bimtek yang sama di Hotel Harapan Palopo, Rabu (20/11/2019).

Bimtek tersebut diikuti berbagai perwakilan masyarakat, perbankan, instansi pemerintah dan swasta, termasuk sejumlah pejabat Pemkot Palopo.

Mewakili Walikota Palopo HM Judas Amir, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palopo, Burhan Nurdin saat membuka kegiatan bimtek tersebut, memaparkan ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba di Indonesia, termasuk di Kota Palopo semakin hari semakin memprihatinkan. Karena itu, kata dia, pemerintah dituntut untuk melakukan langkah-langkah jitu guna memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“BNN bekerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta terus melakukan kolaborasi kegiatan guna memerangi penyalahgunaan narkoba. Melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukan diharapkan dapat meminimalisir dan mempersempit ruang gerak kejahatan narkoba,” ujar Burhan Nurdin.

Dikatakan, dalam rangka pelaksanaan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba untuk mewujudkan Indonesia negeri bebas narkoba perlu dilakukan berbagai upaya yang terkoordinasi, terintegrasi menyeluruh, dan terpadu baik di tingkat pusat maupun daerah. “Pemkot Palopo bersama BNN dan Polres Palopo serta stakeholder terkait telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bermuara mempersempit ruang gerak peredaran narkoba,” katanya.

Sementara Kepala BNN Kota Palopo, AKBP Ustim Pagarian, selaku narasumber dalam bimtek tersebut, mengakui, pihaknya telah memetakan kawasan titik rawan peredaran narkoba di Kota Palopo. Sebab itu, kata dia, pemberantasan narkoba memang sangat perlu diperhatikan dan perlu sinergitas semua pihak, karena sangat berpengaruh terhadap keamanan lingkungan.

“Sebab, orang-orang yang menggunakan narkoba susah tidur sehingga berkeliaran kemana-kemana yang bisa berpotensi mengganggu masyarakat,” katanya.

Menurut AKBP Ustim, perlu adanya koordinasi pihak pemerintah, Polri-TNI, RT/RW, Kamtibmas, Babinsa, BNN, jika perlu juga satpol PP ikut turun langsung mengelilingi/menyasar perkotaan demi menyasar pelaku kejatahan narkoba. (tari)