Bukan Hanya “Ikan Bolu” yang Dicurigai, Tapi Barang Ini Juga Bisa Jadi Penyebab Keracunan Massal di PMDS Palopo, Sampelnya Masih Diteliti!

754

PALOPO–Penyebab pasti soal dugaan keracunan massal di asrama Pesantren Modern Datok Sulaeman di kota Palopo Rabu malam (15/1) masih sementara diteliti.

Dua kota yakni Palopo dan Makassar menjadi tempat penelitian sampel baik makanan maupun minuman yang ditengarai menjadi penyebab santri putri di pondok pesantren modern itu tiba-tiba mual, muntah dan bahkan ada yang pingsan.

Ceria Amaliah, SKM, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga dari Dinas Kesehatan Kota Palopo saat dihubungi via telepon, Kamis malam tadi (16/1), mengatakan pihaknya masih sementara meneliti sampel yang diduga jadi penyebab dugaan keracunan massal tersebut.

“Sampelnya ada dua jenis, makanan dan minuman. Untuk sampel makanan sudah dikirim ke Labkes Dinkes Provinsi di Makassar sedangkan untuk minuman diuji di Labkes Dinkes Palopo, jadi ada dua tempat,” jelas Ceria.

Baca ki juga lee: Puluhan Santri Dilarikan ke RS karena Diduga Keracunan, Begini Penjelasan Pimpinan PMDS Palopo

Untuk sampel minuman sendiri, kata Ceria lagi, baru bisa diketahui 1 atau 2 hari, sedangkan untuk sampel makanan masih agak lama, bisa sampai seminggu, sebutnya.

Adapun sampel minuman yang diteliti, sambung Ceria, adalah air mentah dari PDAM, serta air yang sudah diolah yang kesemuanya diambil dari 3 titik (sumber).

“Untuk air minum karena hanya memakai air dari PDAM, kita teliti terutama yang dari Depot Air minum yang pesantren ini punya, ini bisa jadi salah satu penyebab, makanya kita ambil sampelnya juga selain makanan,” jelas Kepala Seksi KKO di Dinkes itu lagi.

Lanjutnya, untuk makanan sampel yang diambil adalah sampel makan siang Kamis siang kemarin, bukan sampel makan malam yang saat kejadian, karena sampel makannnya pasti sudah basi jadi tidak diambil, hanya muntah korban yang sudah kita kirim ke Makassar, terangnya.

“Yang kita kirim ke Makassar, adalah ikan yang akan digoreng, ayam yang akan digoreng dan sambel,” katanya.

Simak wawancara lengkapnya disini. (Iys)