Bupati Lutim Berkisah Awal Berkiprah di Malili, Sempat Pecahkan Celengan Demi Berjuang dari Nol Bersama Istri

121
Bupati Lutim Berkisah Awal Berkiprah di Malili, Sempat Pecahkan Celengan Demi Berjuang dari Nol Bersama Istri, Hj. Sufriaty Budiman memotong nasi tumpeng di acara Halal Bi Halal Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu Timur, dirangkaikan peringatan ulang tahun Hj Sufriaty ke-58 tahun, Selasa (10/05/2022).
ADVERTISEMENT

MALILI– Tahun 2004, tepatnya pertengahan bulan Mei, Bupati Luwu Timur (Lutim) kali pertama pindah tugas dari Kota Makassar ke Malili. Bersama istri tercinta, Hj Sufriaty, Budiman memulai tugas barunya sebagai ASN di jajaran Pemkab Lutim. Di Makassar, dia mengabdi sebagai guru.

Mengawali kiprahnya sebagai ASN di Malili, banyak suka duka yang dihadapi Budiman ketika itu. Sampai-sampai, Budiman mengaku harus memecahkan celengan karena tidak memiliki apa-apa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarganya.

Kisah suka duka tersebut diutarakan Budiman saat menghadiri acara Halal Bi Halal yang diadakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu Timur, Selasa (10/5/2022) lalu. Acara Halal Bi Halal itu juga dirangkaikan peringatan ulang tahun Hj Sufriaty ke-58 tahun.

Halal Bi Halal tersebut dihadiri juga Sekretaris Daerah (Sekda) Lutim, Bahri Suli, para Asisten dan Staf Ahli, segenap Kepala OPD, Kabag, istri Kajari Luwu Timur, dan jajaran BKPSDM Luwu Timur.

ADVERTISEMENT

Menurut Budiman, awalnya ketika dia mengajak istrinya pindah ke Malili dari Makassar, sang istri menolak. “Sebenarnya Ibu tidak mau ikut ketika saya ajak ke Malili. Saya bilang ke Ibu, ayo kita pindah ke Malili, saya mau beralih tugas dari guru ke struktural karena memang saya mau pulang kampung. Dan kekuatan pulang kampung itulah yang lebih besar karena ada ibu dan bapak saya di sini,” ungkap cerita Budiman.

Akhirnya, ajakan pindah ke Malili disetujui sang istri setelah berulangkali dibujuk dengan berbagai pertimbangan. “Jadi sekitar Mei 2004 lalu, saya pindah ke Malili, sedangkan istri saya baru pindah sekitar November 2004. Kalau tidak pindah kita ke sini, tidak jadi bupati saya,” canda Budiman, disambut tawa undangan yang hadir.

Selanjutnya, Budiman menceritakan bagaimana saat dirinya bersama istri benar-benar tidak memiliki apa-apa, hingga harus memecahkan celengan. Namun ia tetap sabar dan berkeyakinan bahwa akan ada rejeki yang besar yang akan mereka dapatkan dari Allah SWT, setelah pindah tugas bersama istri ke Malili.

Budiman mengatakan, banyak pelajaran hidup yang diperolehnya sejak pindah tugas dari Makassar ke Malili. Dari guru menjadi ASN struktural. “Jadi jika suatu saat kita turun, kita sabar. Namun jika kita naik, kita harus bersyukur. Jadi kalau ada jabatan, kita jaga jabatan itu, apalagi jika masih muda. Sebab, sedikit saja Allah colek kita, maka akan terjadi perubahan besar dalam hidup kita,” pesan Budiman.

Nah, usai menyampaikan sambutab, Bupati Budiman bersama Ketua TP PKK, Hj. Sufriaty melakukan pemotongan kue ulang tahun. Selanjutnya pemberian cinderamata kepada Hj. Sufriaty dari jajaran BKPSDM Lutim dan Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur, karena per tanggal 1 Juni 2022 mendatnag, Hj Sufriaty akan memasuki usia pensiun sebagai ASN.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Luwu Timur, Rosmiyati Alwi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Halal Bi Halal yang diadakan tersebut, menjadi ajang silaturahmi, termasuk acara peringatan ulang tahun Sekretaris BKPSDM yang tidak lama lagi akan memasuki masa purnabakti sebagai Abdi Negara per tanggal 01 Juni 2022 mendatang. Sekretaris BKPSDM Lutim tersebut, tidak lain Hj Sufriaty.

“Walaupun Beliau tidak lagi sebagai ASN setelah pensiun, tetapi Beliau tetaplah ibu kita karenasebagai Ketua Tim Penggerak PKK Lutim, serta banyak lagi organisasi-organisasi yang dipimpinnya. Jadi, mewakili teman-teman BKPSDM, kami mengucapkan terima kasih, meski hanya sebentar kita bersama, tapi meninggalkan kenangan yang begitu membekas di hati teman-teman semua,” ujar Rosmiyati.

Sekretaris BKPSDM, Hj. Sufriaty yang juga Ketua TP PKK Lutim yang tidak bisa menahan air mata saat menyampaikan sepatah kata. Dia mengaku sangat terharu karena baru kali ini hari ulang tahunnya diacarakan seperti itu. Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih banyak kepada Kepala BKPSDM beserta jajaran yang telah menyiapkan semuanya.

Istri Bupati Luwu Timur tersebut juga mengungkapkan, menjadi ASN selama 29 tahun tidaklah mudah, banyak suka duka yang telah dialami. Disamping itu juga, selama menjadi ASN, ia pernah menjabat sebagai Kasih Kelurahan Makassar terus menjadi Sekretaris Lurah Makassar, setelah itu ia pindah ikut suami ke Luwu Timur.

“Di Luwu Timur ini pertama kali saya diangkat menjadi Kabag PU di Dinas PU. Disitulah pada saat awal pelantikan, karena saya tidak pernah menyangka akan dilantik di dinas teknis, membuat saya sempat menangis,” ujar Sufriaty saat menceritakan sedikit perjalanan karirnya.

Setelah kurang lebih 3 tahun di Dinas PU, ia kemudian dimutasi dengan jabatan yang sama di Dinas Pendidikan. 13 bulan di Dinas Pendidikan, Sufriaty dilantik menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Lutim, 5 tahun kemudian dilantik lagi ke Dinas Pencatatan Sipil, ditempat tersebut ia juga mengabdi selama 5 tahun.

Setelah itu semua, ia mengungkapkan bahwa sempat tidak aktif, namun menurutnya hal tersebut tidak membuat semangatnya bekerja kendor. “Teman-teman dari DLH, saya mengucapkan terima kasih. Mereka luar biasa, karena pada saat itu saya bukan siapa-siapa tapi saya tetap diperlakukan saya seperti orang yang memiliki jabatan padahal saat itu saya hanya staf biasa. Namun pada saat saya tidak memiliki jabatan, saya tidak pernah mengeluh, saya selalu bersabar karena saya tahu bahwa rejeki itu akan datang meski tidak memiliki jabatan,” imbuhnya.

“Mudah-mudahan perjalanan hidup saya ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Jangan selalu beranggapan bahwa nanti ada jabatan baru ada rejeki. Namun rejeki itu sudah Allah aturkan untuk kita,” pesan Sufriaty menutup sambutannya. (***)

ADVERTISEMENT