Defisit Penerimaan, Bapenda Palopo Akan Lebih Pacu Lagi Pasca New Normal

102
ADVERTISEMENT

PALOPO–Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Palopo dalam realisasi pajak hingga per tanggal 12 Juni 2020 lalu, rupanya masih membukukan penerimaan sebesar Rp.15.194.146.645.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll
Seperti dilaporkan dalam nota keuangan melalui keterangan resminya, Kepala Bapenda Palopo Abd Waris, secara eksplisit menyebut, angka Rp15 Miliar tersebut masih lebih baik di masa pandemi ini, meski target Bapenda meleset akibat sejumlah kegiatan perekonomian rakyat ikut terdampak Covid-19.
“Target kita memang meleset karena pengaruh dari pandemi Covid-19, makanya kita ada perubahan target, sejatinya memang kita kekurangan atau defisit Rp14.464.853.355 atau pencapaian kita hanya 51,23% jika dibandingkan dengan kwartal yang sama yakni I dan II sampai di bulan Mei 2020 ini,” ungkap Waris, usai ditemui Jumat 19 Juni 2020.
Memang, jika dibandingkan dengan penerimaan s/d 30 Mei 2019 tahun lalu, penerimaan Bapenda Palopo mengalami penurunan. Tetapi, Kepala Bapenda berkilah, situasi perekonomian nasional yang angka rata-ratanya hingga di kwartal II yang hampir berakhir ini hanya berada di kisaran 2,97%.
“Kue pertumbuhan ekonomi nasional saja hanya 2,97%, kita beruntung di Palopo, berkat kebijakan dari bapak Walikota dan Pemprov serta Pusat, secara ekonomi guncangannya masih bisa diredam, salah satunya lewat jaring pengaman sosial dan kebijakan fiskal lainnya,” terang Waris.
Ia berharap, pasca New Normal, 11 pajak dan 2 retribusi daerah yang dikelola Bapenda Palopo akan berangsur pulih dan membaik. 11 Pajak tersebut ialah pajak resto/makanan, hotel, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, sarang burung walet, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan, pajak mineral bukan logam dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan serta retibusi jasa umum dan retribusi jasa usaha.
“Saya kira, banyak sektor-sektor baru yang nanti bisa kita garap dan optimalkan pasca “Kenormalan Baru” ini, paling tidak Juli bulan depan, kita harus optimis melihat peluang dan harapan diantara tantangan yang ada, bagi tumbuhnya perekonomian daerah kota Palopo,” pungkas mantan Camat Wara Utara itu.(iys)

ADVERTISEMENT