Dibayar untuk Gantikan Orang Lain, Pria di Pinrang Ini Mengaku Sudah 16 Kali Divaksin

235
Abdul Rahim (Foto : Istimewa)
ADVERTISEMENT

PINRANG — Saat Pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Namun, tak sedikit orang enggan untuk divaksin dengan baragam alasan. Mereka bahkan rela untuk tidak menerima sejumlah bantuan Pemerintah karena mengabaikan untuk divaksin.

Tapi berbeda dengan Abdul Rahim, seorang pria asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Dia tak takut divaksin walau di luar dari ketentuan yang diberlakukan Pemerintah.

Dia mengaku telah 16 kali disuntik vaksin Covid-19. Pernyataannya itupun membuat gempar. Dua suntikan vaksin untuk dirinya, sementara 14 suntikan lainnya mewakili orang lain.

ADVERTISEMENT

Hanya saja, vaksin yang mengatasnamakan orang lain itu tidaklah gratis. Dia dibayar agar mau mewakili orang lain untuk disuntik vaksin.

Dilansir dari Tribun Timur, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini dibayar ratusan ribu jika menggantikan seseorang untuk divaksin.

ADVERTISEMENT

“Adapun upah yang saya terima sebanyak Rp 100 ribu sampai Rp 800 ribu,” ujarnya dalam video yang beredar di Medsos, Senin (20/12/2021).

Dari informasi yang dihimpun, laki-laki berusia 49 tahun ini bekerja sebagai buruh bangunan. Abdul Rahim merupakan warga Kompleks Tiga Berlian, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

“Assalamualaikum wr wb. Saya Abdul Rahim. Saya telah menggantikan 14 orang untuk divaksin. Adapun saya sudah menerima suntikan sebanyak 16 kali,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Pinrang, AKBP M Arief Sugihartono mengatakan, pihaknya masih melakukan penanganan atas video viral tersebut. “Sementara masih dalam penanganan untuk ditindaklanjuti,” kata Arief seperti dikutip dari Tribun Timur.

Ia mengaku sementara melakukan validitas pernyataan orang yang ada di video viral tersebut. “Kami masih pelajari dulu validitas pernyataan orang tersebut. Apakah betul atau tidak,” tuturnya. (***)

ADVERTISEMENT