Dipantau BPBD Luwu, Begini Kondisi Terkini Ruas Jalan Belopa-Palopo yang Amblas Akibat Abrasi Sungai Pareman

603
Kabid RR BPBD Luwu, Kosmas Toding saat meninjau lokasi abrasi Sungai Pareman yang membuat jalan Poros Belopa-Palopo amblas di koordinat 3.29800 S 120.34536 E, Selasa petang (13/7/2021). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

LUWU—–Peristiwa tanah longsor pada area sempadan Sungai Pareman (abrasi) dan dan amblasnya area bahu Jalan Nasional di poros Belopa-Palopo menyita perhatian semua pihak.

Kejadian ini menyebabkan struktur tanah runtuh dan terjadi retakan pada bahu dan badan jalan (aspal).

ADVERTISEMENT

Suasana terkini kondisi di lokasi kejadian sore hari ini, dilaporkan BPBD Luwu dalam siaran pers yang diterima Tim Breaking News Koran Seruya. 

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Luwu, Kosmas Toding ST MT, mengatakan, telah terjadi tanah runtuh sepanjang 120 m dengan lebar 5 m pada bahu jalan dan 3 m pada badan jalan.

ADVERTISEMENT

Pihak BPBD Luwu melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) yakni sebanyak 4 orang bersama tenaga teknis telah melakukan survei ke lokasi dan koordinasi dengan Dinas PUPR dan aparat desa setempat.

“Kejadiannya di sekitar perbatasan Desa Salupareman dan Desa Tarramatekkeng pada koordinat 3.29800 S 120.34536 E. Menurut warga setempat kejadian awal terjadi sekitar jam 02.00 dini hari kemudian pagi hari mulai terjadi retakan pada bahu dan badan jalan,” terang Kosmas saat dikonfirmasi.

ADVERTISEMENT

Tonton videonya disini

Ia juga menyebut, hipotesa sementara penyebab kejadian longsor yang diduga akibat terjadi abrasi pada tepi Sungai Pareman yang langsung berbatasan dengan bahu jalan.

“Tingginya volume debit air sejak Senin (12/7/2021) karena hujan pada kawasan hulu sungai di pegunungan Bastem dan Bastem Utara memengaruhi struktur tanah merah yang labil pada tepi sungai,” ulasnya.

Struktur talud penahan bahu jalan yang telah ada menjadi rusak akibat tanah timbunan yang turun dan menimbulkan area kosong di bawah balok atau talud tersebut.

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya terdapat 4 kios atau warung warga setempat yang ikut longsor. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sudah Turun Tangan

Sementara itu, pihak Balai Jalan Nasional Sulsel, pagi tadi telah melakukan survei dan assement.

Sore ini, pihak Dinas PUPR Kabupaten Luwu sedang melakukan penimbunan sirtu untuk lobang-lobang yang terbuka pada area bahu dan badan jalan.

Pihak Dinas Perhubungan dan Polres Luwu juga telah mengamankan lokasi dan pengalihan arus dengan penutupan sementara 1 sisi badan jalan, dengan sistem buka-tutup.

Warga Diminta Mengungsi Sementara

BPBD Luwu mengintruksikan dan mengimbau warga yang masih mendiami warung/kios agar untuk sementara menutup kiosnya dan mengungsi untuk sementara waktu demi menghindari dampak longsor yang kemungkinan semakin meluas dan demi menghindari korban jiwa yang tidak diinginkan.

“Kami imbau mereka (warga) yang masih mendiami warung atau kios agar untuk sementara waktu menutup dulu kiosnya dan mengungsi sementara, kita ingin mengantisipasi dan menghindari dampak jalanan yang longsor dan amblas, karena kemungkinannya bisa semakin meluas,” imbau Kabid RR BPBD Luwu itu.

(*)

ADVERTISEMENT