Doa dan Harapan Dies Natalis ke-13 UMB Palopo, Ingin Miliki S1 Ilmu Kedokteran

130
Universitas Mega Buana (UMB) Palopo menggelar dies natalis ke 13, Rabu (22/6/2022). Kegiatan itu dirangkaikan dengan Launching Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum dan Launching Inkubator Bisnis Expo Sosial Entrepreneurship. (Foto : Junias Sain)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Universitas Mega Buana (UMB) Palopo menggelar dies natalis ke 13, Rabu (22/6/2022). Kegiatan itu dirangkaikan dengan Launching Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum dan Launching Inkubator Bisnis Expo Sosial Entrepreneurship.

Dies Natalies ke-13 ini berlangsung sederhana namun cukup meriah. Kegiatan itu juga diramaikan dengan pameran hasil karya olahan makanan dari mahasiswa Program Studi Bisnis yang ditawarkan dalam Expo Sosial Entrepreneurship.

ADVERTISEMENT

Rektor UMB, Nilawaty Uli dalam sambutannya menceritakan awal berdirinya UMB di tahun 2009. Sebelum menjadi universitas, UMB berstatus sekolah tinggi. Namun, dengan perkembangan yang signifikan, di usia 10 tahun 2 bulan, UMB berubah menjadi Universitas.

“Mahasiswanya tidak hanya dari Tana Luwu dan Tana Toraja, tapi juga dari seluruh Sulawesi, seperti Sinjai, Makassar, Pangkep dan sebagainya. Kita bangga, sebab ada orang makassar juga mau menuntut ilmu disini. Selebihnya mahasiswa kami ada dari Sulawesi tenggara, Barat, Utara, bahkan Papua,” urai Nilawaty.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, UMB memiliki Program Studi D4 Kebidanan dan profesi bidan yang pertama di Indonesia Timur. Hal itulah yang menjadi daya tarik mahasiswa dari luar Tana Luwu bahkan luar Sulsel memilih kuliah di UMB.

“Prodi pertama yang uji kompetisinya 100 persen di masa pandemi 2021. Kami melepas alumni bisa bekerja di jepang. Mahasiswa reguler mendapatkan beasiswa. Kami membuat program beasiswa yang bisa diangsur dan mencairkan beasiswa dari kementrian pendidikan dan yayasanan. Jadi hampir semua mahasiwa disini mendapatan beasiwa,” jelas Nilawaty Uly.

“Alumni kami tersebar di Arab Saudi, Jepang dan Taiwan. Mudah-mudahan nanti ada juga yang di Jerman itu sementara kami proses. Enam orang dosen kami mendapatkan hibah penelitian,” sambungnya.

Tak hanya itu, UMB juga membuka ruang selebar-lebarnya bagi warga binaan Lapas Palopo yang telah menyelesaikan masa hukumannya dan ingin melanjutkan pendidikan. UMB bahkan siap memberikan beasiswa kepada Warga binaan itu.

“Bagi 36 warga binaan yang telah menyelesaiakan binaan di Lapas Palopo dan ingin melanjutkan pendidikan di Uni Mega Buana, kami siap menampung mereka dan memberikan beasiswa,” ujarnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh citivitas atas kerjasama yang terjalin dengan baik sampai pada umur ke 13 ini. Semeoga ini bisa berjalan sampai kami juga tiada. Kami mohon doanya yang menjadi cita-cita dan harapan kami UMB bisa memiliki S1 ilmu kedokteran,” sambungnya.

Sementara itu, Walikota Palopo, HM Judas Amir yang diwakili asisten III, Ishak Iskandar menyampaikan selamat dan sukses Universitas Mega Buana atas pengabdiannya bagi bangsa negara dan khususnya kota palopa ini.

“Usia 13 tahun adalah usia remaja yang banyak membantu pembangunan di kota Palopo. Kiranya dies natalies ini menjadi momentum bagi Perguruan Tinggi sebagai evaluasi untuk menilai seberapa jauh perkembangan kampusnya agar bisa lebih maju,” harapnya. (yong)

ADVERTISEMENT