Dua Staf Dinas Kominfo Luwu Utara Sukses Lewati Tantangan Rafting di Sungai Rongkong

45
staf Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Luwu Utara, saat diminta menaiki perahu karet sebagai perwakilan Diskominfo dalam kegiatan Jambore Arus Deras Sungai Rongkong, Jumat (26/6/2022) kemarin. (Foto : Dok. Pemkab Luwu Utara)
ADVERTISEMENT

Luwu Utara — Kapan lagi kalau bukan sekarang. Mungkin ini yang ada di benak Rabil, staf Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Luwu Utara, saat diminta menaiki perahu karet sebagai perwakilan Diskominfo dalam kegiatan Jambore Arus Deras Sungai Rongkong, Jumat (26/6/2022) kemarin.

Meski tubuhnya kecil, tetapi tidak sekecil nyalinya. Dia berani menjajal derasnya alirang sungai Rongkong di tengah ratusan peserta yang sudah berpengalaman merasakan sensasi arus deras.

ADVERTISEMENT

Rabil tidak sendiri. Ia ditemani rekan kerjanya di Dinas Kominfo, Sultesar, dan beberapa orang lainnya sebagai perwakilan dari Pemda Luwu Utara.

Rabil dan Sultesar pun terlihat gagah dengan pakaian perlengkapan rafting alias arung jeram. Keduanya siap ngarung dan merasakan sensasi “menari” di atas aliran sungai yang berarus deras.

Dibanding Rabil, Sultesar terlihat lebih memiliki pengalaman merasakan sensasi sungai yang berarus deras dengan jeram yang bergelombang.

Pasalnya, bagi Tesar, begitu Sultesar akrab disapa oleh rekan-rekannya, rafting di sungai Rongkong adalah pengalaman ketiga bagi dia.

Beda dengan Rabil, yang memang masih minim pengalaman dalam memacu adrenalin di arus yang deras. Meski begitu, Rabil tak ingin ciut sebelum mencoba olahraga ekstrim ini. Perlu sebongkah nyali untuk mengawalinya.

Mulailah Rabil dan Tesar menaiki perahu karet yang disiapkan panitia untuk segera memulai mengarung menyisir aliran deras sungai Rongkong.

Para rekannya di Dinas Kominfo tak hentinya memberikan pemantik semangat di tepi sungai agar keduanya tampil berani. Saat aba-aba diperdengarkan, keduanya dan rekan lainnya siap mengarung.

Mulailah mereka mengarung. Awal-awalnya mereka masih disambut arus sungai yang tenang, dan di bawah pijar matahari yang menyengat.

Barulah puluhan meter kemudian, arus sungai mulai bergelombang. Perahu pun mulai “menari-nari”, tetapi mereka masih mampu mengendalikan perahu untuk tetap stabil di jalur yang tepat.

Mereka pun mampu melintasi jeram dengan mulus sampai finish. Ditemui usai mengarung di sungai Rongkong, Tesar mengaku bahagia dan terlihat lebih santai usai sukses menaklukkan arus deras sungai Rongkong.

“Seruuuu!” ucapnya singkat. Ia mengaku, arung jeram di sungai beraliran deras adalah pengalaman ketiganya. “Ini pengalaman ketiga,” sebutnya.

Bagaimana dengan Rabil? Ia mengaku mengarung di arus sungai yang deras adalah pengalaman pertamanya. “Ini pengalaman pertama,” katanya singkat.

Meski baru pertama, tetapi Rabil membawa kesan istimewa, karena mampu dengan mulus melintasi arus sungai yang ekstrim.

Meski termasuk olahraga ekstrim, tetapi ada pelajaran yang bisa dipetik, yaitu dengan arung jeram mampu melatih otot menjadi kuat, serta mengasah kecerdikan untuk melewati rintangan dan hambatan yang ada di depan. (LH)

ADVERTISEMENT