FEATURE : Tiap Hari, Masjid Agung Palopo Sediakan 360 Porsi Buka Puasa

210
Suasana jelang berbuka puasa di Masjid Agung Palopo. (Foto : Haswan Hasanuddin)
ADVERTISEMENT

Laporan : Haswan Hasanuddin

PALOPO — Jarum jam menunjukkan pukul 17.23 WITA. Seorang pria berbadan tegap sedang sibuk menggelar tikar plastik bunga berwana hijau.

ADVERTISEMENT

Pria berbadan tegap itu tak sendiri, dia ditemani beberapa orang yang tampak lebih muda darinya. Di atas tikar, mereka menyimpan piring yang sudah berisi dua potong kue.

Cukup untuk membatalkan puasa. Begitulah suasana menjelang berbuka puasa di Masjid Agung Palopo, Senin 4 April 2022. Pria berbadan tegap tadi ialah koordinator buka puasa Masjid Agung Palopo, Arman.

Bersama beberapa rekannya, dia tampak lincah menyajikan menu buka puasa untuk jamaah. Tanpa perlu dikomandoi, mereka menaruh piring pelatik berisi kue itu di barisan yang masih kosong.

Satu per satu para jamaah yang menunggu berbuka puasa, duduk bersila di depan piring yang disajikan. Mereka sesekali melirik jam untuk memastikan masuknya waktu berbuka puasa.

Arman mengatakan, tugas untuk menyajikan menu buka puasa itu sudah bertahun-tahun dia lakukan. Bahkan, dia sudah tak ingat, kapan pertama kali dirinya ‘menerjunkan diri’ membantu pengurus masjid dalam menyajikan buka puasa.

“Sehari, Masjid Agung Palopo meyiapkan 360 porsi menu buka puasa untuk jamaah. Yang hadir tidak hanya jamaah tetap, ada juga musafir yang beristirahat di masjid untuk berbuka,” jelas Arman.

Menu takjil tiap harinya acak. Ada aneka kue, kurma dan beragam varian es. Ada juga nasi kotak. Tergantung apa yang para donatur bawa ke masjid.

Mereka yang memiliki penghasilan lebih dan cukup dermawan, cenderung membawa menu yang spesial. Namun, itu tidaklah tiap hari terjadi. Sebab, tak jarang mereka yang berpenghasilan lebih itu membawa menu buka puasa ala kadarnya.

Cukup untuk mengugurkan kewajiban, pikir mereka. Kendati demikian, bukan itu yang dilihat panitia amaliah Ramadan Masjid. Melainkan keikhlasan yang penting bisa untuk membatalkan puasa hari itu.

“Dalam sehari, 16 orang datang membawa makanan untuk jamaah. Sebelumnya, 16 orang ini sudah ditentukan oleh panitia. Jadi mereka tinggal membawa makanan jika jadwal mereka tiba,” urainya.

Tak hanya buka puasa bersama program panitia, ada juga itikaf 10 malam terakhir. Dalam program itu, jamaah Masjid Agung Palopo akan tinggal itikaf di masjid.

Itikaf ini dilakukan untuk meraih cinta sang pencipta di detik-detik akhir Ramadan. Banyak cara dilakukan. Ada yang mengaji, tadarus Al-Qur’an, dan sholat lail.

Di Masjid Agung sendiri, pada 10 malam terakhir selalu mengagendakan sholat tasbih. Banyak jamaah yang ikut. Mereka ingin beribadah hingga Ramadan berganti Syawal.

Bahkan hingga waktu sahur tiba, jamaah masih disibukkan dengan ibadah. Hal ini kemudian membuat pengurus masjid Agung menyediakan sahur bersama bagi jamaah.

“Kami juga akan memberikan makan sahur bagi jamaah yang tinggal itikaf di Masjid Agung. Insya Allah, kami akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pada Ramadan tahun ini,” pungkasnya.

Dari pelayanan yang Arman lakukan untuk jamaah, bukan balasan di dunia yang dia nanti, melainkan balasan dari sang pencita yang dia ingini. (***)

ADVERTISEMENT