FKJ Serahkan 124 Persil Sertifikat untuk Petani di 3 Kecamatan

272

PALOPO — Sertifikat Lahan Pertanian untuk mendukung Perkebunan serta Alat Cultivator Perkebunan Tahun 2019 diserahkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palopo, Farid Kasim Judas mewakili Walikota, HM Judas Amir.

Penyerahan dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, Jumat 22 November 2019.

Di acara penyerahan, Kepala BKPSDM didampingi Kepala ATR BPN Kota Palopo, Muh. Alim dan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, disaksikan masyarakat penerima sertifikat dan kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Palopo, Andi Bakhtiar melaporkan bahwa penyerahan sertifikat ini sebanyak 124 Persil, masing-masing terdiri dari kelurahan Temmalebba sebanyak 48 Persil, Kelurahan Tobulung sebanyak 36 Persil , dan Kelurahan Sendana sebanyak 40 Persil.

Sementara untuk penyerahan bantuan hibah cultivator APBD Tahun 2019 Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 3  unit masing-masing kepada kelompok penerima, yakni Kelompok Tani Kaluku Lolo, Kelompok Tani Kalo Diwatau, dan Kelompok Tani Mekar Baru.

FKJ, sapaan akrab Farid Kasim Judas- menyampaikan bahwa penyerahan kali ini merupakan sebuah kemajuan karena ini sudah lama diusulkan dan prosesnya lintas sektor.

“Memang mekanisme dan tahapannya ada, apa yang menjadi harapan kita semua terkait keabsahan lahan itu sendiri bisa diwujudkan. Ini merupakan upaya pemerintah Kota Palopo bekerjasama dengan ATR-BPN yang telah terealisasi,” katanya.

Lanjut FKJ, tentu pemerintah memiliki visi dalam mendukung usaha ekonomi produktif adalah salah satunya mendukung pertanian dan perkebunan secara optimal. Dengan begitu Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan harus care, jika lahannya membutuhkan bantuan perkebunan dan pertanian harus disikapi dengan cepat.

Selain itu, dukungan sarana dan prasarana peralatan kita melihat bahwa banyak bantuan yang diberikan kepada kelompok tani, semua itu ada tujuannya yaitu bagaimana produktifitas area pertanian dan perkebunan bisa meningkat lagi.

“Ketika Palopo mendapatkan bantuan alat pertanian atau perkebunan dilihat grafiknya apakah dengan diberikannya bantuan akan berdampak produksi misalnya pertanian sawah memproduksi sawah setelah diberikan bantuan bisa meningkatkan hasil padinya, itu artinya dampak dari bantuan itu digunakan dengan sebaik-baiknya” ujar mantan Kepala DPMPTSP Palopo ini.(Iys/Hms)