Formasi CPNS se Luwu Raya Minim, Pelamar Membeludak Capai 19.327 ORANG

1078
KORAN SERUYA edisi cetak Kamis, 5 Desember 2019
ADVERTISEMENT

PALOPO–Animo pencari kerja di wilayah Luwu Raya menjadi PNS cukup besar. Selama pendaftaran CPNS 2019, yang berakhir sejak tanggal 26 November 2019 di empat daerah di Luwu Raya, pelamar yang ikut mendaftar mencapai 19.327 orang. Padahal, formasi yang akan diperebutkan sangat kecil.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat OlehMW Quiz

Dari 19.327 pelamar tersebut di empat daerah, pelamar terbanyak di Kabupaten Luwu Utara, yakni sebanyak 6.312 orang. Disusul terbanyak kedua di Luwu Timur dengan jumlah sebanyak 5.748 orang. Kota Palopo dan Luwu pelamarnya hampir sama, yakni Palopo 3.942 orang, dan Luwu tercatat 3.325 orang.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, empat daerah di Luwu Raya masih fokus memverifikasi dokumen para pelamar. Usai verifikasi dokumen secara online, sesuai agenda rekrutmen CPNS 2019, pelamar yang lolos verifikasi berhak mengikuti tes CPNS akan diumumkan tanggal 16 Desember 2019 mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu Utara, Nursalim Ramli, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pelamar CPNS di daerah itu yang akan mengikuti tes CPNS, karena masih dalam proses verifikasi dokumen secara online.

ADVERTISEMENT

“Jumlah pelamar 6.312, tapi masih diverifikasi dokumen secara online,” ujar Nursalim, Rabu (4/12/2019), kemarin.

Setelah verifikasi, lanjut Nursalim, pelamar CPNS yang lolos verifikasi akan diumumkan. “Yang lulus berkas itulah yang berhak mengikuti tes CPNS. Kita akan umum,” katanya.

Dikatakan, tahun ini, Lutra mendapatkan 151 formasi CPNS. “Semua formasi terisi pelamarnya,” akunya.

Sementara itu, pelamar CPNS di Kabupaten Luwu tercatat 3.325 orang. Menurut Kepala BKPSDM Luwu, Sulaiman, melalui pelaksana tugas Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi, Raehana Rahman, pihaknya masih memproses verifikasi 3.325 pelamar yang resmi mendaftar di Luwu.

Dikatakan, Luwu mendapat 185 formasi. Dari 185 formasi tersebut, rinciannya tenaga pendidikan 103, tenaga kesehatan 37, tenaga teknis 45. “Proses verifikasi pelamar ini akan berlangsung hingga 12 Desember mendatang. Bulan ini juga diumumkan yang lolos verifikasi,” kata Raehana Rahman.

Diuraikan, dari 3.325 pelamar, Raehana Rahman mengakui, formasi yang paling diminati di Luwu adalah tenaga pendidik, yakni PGSD sebanyak 690 pelamar. Untuk formasi untuk Pendidikan Guru Sekolah Dasar dialokasi Pemkab Luwu sebanyak 64 formasi.

Sedangkan, jumlah pelamar untuk fomasi kesehatan terdiri dari dokter, dokter gigi, bidan dan perawat tercatat sebanyak 1187. formasi kesehatatan ini menyediakan 40 alokasi.

“Seleksi kompetensi dasar rencananya dilaksanakan mandiri di Kabupaten Luwu. Jadwal tentatif itu di Februari 2020. Jadwal pastinya kapan menunggu pembagian jadwal dari Kanreg IV Makassar,” katanya.

Diakui Raehana Rahman, banyak pelamar di Luwu bakal gugur, karena banyaknya pelamar yang tidak memenuhi syarat (TMS). TMS ini ditemukan panitia saat seleksi administrasi atau berkas yang sudah masuk ke sekretariat CPNS Luwu. “Rata-rata peserta tms itu karena melampirkan akreditasi perguruan tinggi dan prodi yang tidak sesuai tanggal kelulusan,” jelasnya.

Raehana menjelaskan, persyaratan akreditasi tersebut sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) 23 tahun 2019. Yakni calon pelamar merupakan lulusan dari Sekolah menengah Atas atau Kementerian Agama serta lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dan atau Program Studi yang terakreditasi dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN-PT), dan atau Pusdiknakes/LAM-PTKes pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah.

“Kami belum bisa perkirakan berapa jumlah yang gugur karena akreditasi ini, karena masih dalam proses verifikasi administrasi. Yang jelas banyak yang gugur,” terangnya.

Sehingga ia menyarankan bagi putra putri Tanah Luwu yang ingin mengabdikan dirinya mendaftar sebagai Aparatur Sipil Negara harus berlatar dari kampus yang sudah terakreditasi.

Lantas, bagaimana dengan pelamar di Kabupaten Luwu Timur (Lutim)? Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lutim,
Kamal Rasyid menyebutkan, pelamar CPNS di Lutim dengan alokasi 111 formasi tercatat 5.748 orang. “Mayoritas pelamar berminat menjadi guru dengan jumlah pelamar terbanyak, yakni sebanyak 2.527. Formasi guru sendiri menyediakan 52 formasi,” kata Kamal.

Sementara jumlah pelamar untuk formasi kesehatan terdiri dari dokter, dokter gigi, bidan dan perawat tercatat sebanyak 1.187. Formasi kesehatan ini menyediakan 40 alokasi. “Sedangkan, untuk formasi umum jumlah pelamar sebanyak 2.034 dengan alokasi formasi yang tersedia sebanyak 19,” katanya.

Kota Palopo sendiri, hingga batas akhir pendaftaran 26 November 2019 lalu, pelamar CPNS tercatat 3.942 orang. Jumlah ini sangat besar jika dibandingkan dengan formasi yang akan diterima Pemkot Palopo, yakni sebanyak 134 formasi CPNS tahun 2019.

Data BKPSDM Kota Palopo, dari 3.942 pendaftar CPNS, sebanyak 1.831 pendaftar memilih kualifikasi jabatan kesehatan. Sedangkan, sebanyak 1.148 orang memilih kualifikasi jabatan pendidikan. Dan sebanyak 963 pendaftar lainnya memilih mendaftar pada kualifikasi jabatan tekhnis.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palopo, Farid Kasim Judas melalui Kepala Bidang Pengadaan dan Pemberhentian, Hamka mengatakan, setelah pendaftaran online ditutup, pihaknya akan melakukan verifikasi berkas pendaftar yang telah masuk sebelum diumumkan pendaftar yang lolos seleksi administrasi.

“Kita akan verifikasi dulu berkas yang masuk. Berkas yang dikirim secara online dengan berkas yang dikirim ke kami akan kami cocokkan,” kata Hamka.

Rencananya, pengumuman hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 16 Desember mendatang. Setelah diumumkan BKPSDM kemudian membuka masa selama tiga hari, yakni 17-19 Desember. Kemudian dilanjutkan pengumuman hasil sanggahan. “Setelah pengumuman hasil sanggahan, selanjutnya akan dilakukan tes. Kita rencanakan tes dilakukan pada Februari 2020,” katanya. (***/cbd)

ADVERTISEMENT