Giliran Ketua MUI Sulsel Isi Tausiyah di Rujab Wagub Sulsel

85

MAKASSAR–Anre Gurutta KH Sanusi Baco, Lc menjadi pengisi dalam Tausiyah Akbar di rumah jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Dg. Ngawing, Sabtu (29/2/2020).

Agenda ini rutin dilaksanakan oleh Andalan Mengaji. Yang merupakan beberapa anggota yang tergabung dalam gerakan aktivitas sosial maupun keagamaan.

Kehadiran Andalan Mengaji atas inisiasi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, beserta sang istri, Naoemi Octarina yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman Sulaiman berharap, acara tausiyah ini bisa diberikan nasihat-nasihan dari Ketua MUI Sulsel itu.

“Rumah jabatan ini milik bersama. Dengan harapan bagaimana mendapatkan ilmu dan berdiskusi untuk kemaslahatan orang banyak,” ujarnya.

Ia pun mengaku, bahwa di pemerintahan Sulsel, dirinya bersama Gubernur, Nurdin Abdullah senantiasa meminta masukan dari alim ulama serta masyarakat.

“Sejak kampanye, saya temui beliau (AGH Sanusi Baco). Yang paling diingat, pesan beliau, bahwa jika pertolongan Allah Subhanahu wata’ala datang, bersiap memenuhi amanah. Sehingga dimudahkan dalam menjalankan amanah,” bebernya.

Dalam tausiyahnya, AGH Sanusi Baco menyampaikan, “nikmat Allah bukan hanya harta dan uang, tapi nikmat Allah subhanahu wata’ala yang paling murni yakni na jaga ki anak-anak kita sehat.”

Dirinya pun mengaku, bahwa derajat seorang ibu lebih tinggi dibanding seorang ayah. Ia mengisahkan saat malaikat jibril bertanya kepada Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam, “siapa yang paling dihargai”. Jawabannya, “ibumu, ibumu, ibumu, bapakmu.”

Hal itu, kata AGH Sanusi, bahwa ada tiga hal jasa seorang ibu yang tidak dapat dilaksanakan oleh seorang ayah.

“Yakni seorang ibu mengandung 9 bulan, kemudian melahirkan, dan memelihara (menjaga) anak-anak,” katanya.

Ketua MUI Sulsel ini pun menghanturkan terima kasih atas agenda rutin kajian/tausiyah rutin yang digelar oleh orang nomor dua di Sulsel itu.

“Ada dua tujuannya. Pertama, dalam aspek keagamaan, setiap orang-orang yang berkumpul dalam kebaikan akan mendapatkan pahala. Kedua, aspek kemasyarakatan, bahwa kita bersilaturahmi dengan keluarga, majelis taklim, masyatakat. Menjaga silaturahmi itu sangat penting,” pungkasnya. (iys)