INNALILLAHI! Tukang Becak yang Biasa Tidur di Emperan Ruko dan Depan SCC Palopo Meninggal Dunia, Sempat Ngaku Bernama Daeng Pabe Asal Takalar

3643
ADVERTISEMENT

 

* Dimakamkan Dinas Sosial di Purangi

KORANSERUYA.COM–Masih ingat tukang becak yang pernah viral di media sosial di Palopo, Sulsel, karena kerap tidur di emperan toko/ruko atau depan Gedung SCC Palopo karena hidup sebatang kara?

ADVERTISEMENT

Tukang becak ini meninggal dunia dalam perawatan medis di RS Palammai Tandi Palopo, Sabtu (25/9/2021) pagi.

Jenazah pria usia sekitar 60 tahun ini dimakamkan Dinas Sosial Kota Palopo bersama instansi terkait di Pemakaman Umum Purangi, Sabtu siang tadi.

Sekretaris Dinas Sosial Palopo, Syamsu Alam dikonfirmasi KORAN SERUYA, membenarkan pihaknya telah menguburkan tukang becak tersebut lantaran tidak ada sanak keluarganya di Palopo.

Menurut Syamsu, sebelum meninggal dunia, tukang becak ini mengaku berasal dari Takalar. Dia juga mengaku bernama Daeng Pabe.

Syamsu Alam lewat akun Facebook menuliskan kisah meninggalnya tukang becak yang mengaku sebatang kara di Palopo. Kisah Almarhum mulai ditemukan sakit hingga meninggal dunia dan dimakamkan tim Dinas Sosial Palopo bersama pihak terkait lainnya.

“Seminggu sebelumnya kami menemukannya terbaring sakit diatas becaknya dari laporan warga dan segera membawanya ke RS Palemmmai Tandi untuk dirawat tim medis,” tulis Syamsu Alam lewat akun FB-nya.

BERIKUT NUKILAN POSTINGAN LENGKAPNYA;

Rupanya selama ini beliau sebatang kara, Becak adalah jg menjadi rumahnya. Malam hari mencari tempat aman, beristirahat sambil menyiapkan tenaga untuk mencari nafkah keesokan harinya. Rutinitas itu dijalaninya selama lebih 10 tahun terakhir

Bapak tua yg umurnya diperkirakan diatas 60an tahun tak memiliki identitas apapun, bahkan namanya tak diketahui karena dia seakan menyembunyikan ttg siapa dirinya. Dia tak mau memberitau siapa keluarga yg bisa dihubungi.

Segera dilakukan koordinasi dgn dinas dukcapil untuk melakukan perekaman. Mengingat kondisi yg tidak memungkinkan untuk dibawa keluar RS, alat perekam diangkut ke kamar pasien.

Dengan itu diharapkan dapat segera dilakukan pengurusan Biaya perawatan melalui Bantuan Pemerintah. Secara bergantian para Nakes dan petugas dinsos menjaga, memantau dan merawat beliau.

Khabar kondisinya yg membaik 2 hari lalu membawa Harapan semoga beliau segera sembuh. Namun takdir Allah SWT, pagi ini kami menerima berita duka itu. Daeng Pabe telah berpulang.

Hal terakhir yg beliau tanyakan adalah tentang becaknya. Sahabat satu-satunya yang setia menemaninya.

Pengurusan pemakaman pagi ini berjalan lancar dgn koordinasi ke Dinas LH. Lurah Ammasangan membantu penyelenggaraan jenazah. Setelah dimandikan, dikafani dan dishalatkan, kami mengantarkannya ke peristirahatan terakhir di pemakaman umum Purangi.

Selamat jalan Daeng Pabe. Allahumagfirlahu Warhamhu Waafihi Wa’fuanhu. Terimakasih kepada semua pihak yg telah membantu 🙏🙏.

Menurut Syamsu, hingga akhir hayatnya, tidak ada pihak keluarga Almarhum Daeng Pabe hingga pihaknya memakamkannya. (***)

ADVERTISEMENT