Investasi Bodong Rp131 Miliar di Tator Terbongkar

692
Barang bukti investasi bodong yang disita polisi (dok. Istimewa).
ADVERTISEMENT

TATOR–Polisi membongkar kasus investasi bodong senilai Rp 131 miliar di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi menetapkan 4 tersangka dalam penipuan ini. Investasi ilegal ini dilakukan oleh PT Axelle Jaya Management terhadap para nasabahnya yang mencapai ribuan orang.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

“Menetapkan 4 orang tersangka yang merupakan petinggi PT Axelle Jaya Management,” kata Kapolres Tana Toraja AKBP Liliek Tribhawono Iryanto dalam keterangannya dilansir KORAN SERUYA dari detikcom, Kamis (18/6/2020).

Penipuan berkedok investasi jasa keuangan ini terungkap usai beberapa nasabah melaporkan adanya kejanggalan setelah menggelontorkan sejumlah dana mereka. Dia mengatakan, pihak manajemen berhasil mengumpulkan dana dari masyarakat dengan total Rp. 131.098.262.661, sekitar Rp. 131 miliar.

“Total nasabah dari PT. Axelle Jaya 3038 nasabah dengan investasi tunai, dan 1553 nasabah yang mengambil investasi kendaraan, total nasabah secara keseluruhan sekitar 4000-an nasabah,” terangnya.

ADVERTISEMENT

Pada praktiknya, pihak perusahaan menjanjikan keuntungan ke setiap nasabah mulai dari 5% sampai 10% dari jumlah uang yang diinvestasikan. “Jadi ada sekitar 4000 nasabah yang menjadi korban dari praktik investasi ilegal yang dilakukan oleh PT. Axelle,” jelas Liliek .

Atas kejadian ini, polisi menetapkan 4 orang tersangka yaitu AR (Selaku Owner dan Komisaris PT AXELLE), WSP (Direktur Utama), OHP (Direktur Pengembangan/ Vice President, dan YT alias T (Direktur Pemasaran)

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

“Mereka tidak memiliki legal standing atau landasan beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga pada kasus ini penyidik menjerat para tersangka dengan menggunakan Undang Undang Perbankan, ancaman hukuman 15 tahun penjara,” sebut dia. (*/tari)

ADVERTISEMENT