KLB Demokrat yang Dihadiri 1500 Orang Melanggar Protokol Kesehatan, Polri Bilang Ilegal Karena Tak Punya Ijin?

350
ADVERTISEMENT

SUMATERA UTARA–Polri menegaskan jika pihaknya tidak mengeluarkan izin untuk acara kongres luar biasa (KLB) atas nama Partai Demokrat yang dihelat kubu kontra Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono di Sibolangit, Sumatera Utara.

Penegasan ini disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono seperti dilansir Kompas TV, Kamis (5/3/2021).

ADVERTISEMENT

Penegasan itu menyusul kabar yang menyebutkan KLB di Sumut diduga melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Polri tidak mengeluarkan izin,” singkat Argo.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dalam konferensi pers siang ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyatakan acara KLB itu akan dipantau pihak berwenang.

Menurut dia, ada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan polda setempat yang mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dalam acara itu.

Kerumunan peserta kongres luar biasa (KLB) Demokrat yang diduga melanggar Prokes Covid-19. (Foto: Kompas)

“Di sana ada Satgas yang menangani itu semua. Kegiatan-kegiatan seperti itu tentunya akan dipantau oleh Polda setempat,” tuturnya.

Sebelumnya, DPD Partai Demokrat Sumatera Utara mengatakan KLB yang digelar di Hotel The Hill, Sibolangit, Sumut melanggar protokol kesehatan sehingga berpotensi menambah kasus Covid-19.

Selain itu, mereka juga menganggap KLB tersebut ilegal karena tidak sesuai dengan AD/ART partai.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) bahkan mengirimkan surat kepada Kapolri, Menko Polhukam, dan Menkumham, meminta mencegah pelaksanaan KLB yang dianggap inkonstitusional itu.

“Partai Demokrat mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum dan pencegahan tindakan inkonstitusional kepada Kapolri, Menteri Hukum dan HAM, serta Menko Polhukam,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan pers.

Spanduk dan Bendera Demokrat Disobek

Sementara itu, sejumlah kader Partai Demokrat Sumatra Utara melakukan aksi perobekan sejumlah atribut Kongres Luar Biasa (KLB), termasuk spanduk-spanduk bergambar Kepala KSP, Moeldoko.

Aksi perobekan terjadi saat mereka menggeruduk lokasi gelaran KLB di Hotel Hill Sibolangit, Deli Serdang, Jumat (5/3).

Moeldoko menjadi incaran karena pensiunan Panglima TNI itu disebut-sebut menjadi sosok di balik upaya kudeta di tubuh Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

“Kita tidak butuh Moeldoko, kami tak butuh Moeldoko,” kata salah seorang kader Demokrat Sumut mengoyak spanduk yang terpasang di pohon.

Di lapangan, spanduk bertuliskan “Bersama Moeldoko Menyongsong Masa Depan Gemilang” tersebut terpasang di pepohonan tak jauh dari lokasi Hotel The Hill.

Kader Demokrat langsung menarik spanduk tersebut dan mengoyaknya.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumatra Utara, Heri Zulkarnain mengakui sebagian kader Demokrat pro AHY sudah berada di lokasi diselenggarakannya KLB di Sibolangit. Mereka akan membubarkan acara tersebut.

“Kami berangkat beserta kader dan Ketua DPC siap berangkat ke Sibolangit untuk membubarkan acara KLB Demokrat. Yang berangkat Ketua DPC se-Sumut. Sebagian kader juga sudah berada di sana,” ucapnya, lansir CNN Indonesia.

DPD Partai Demokrat Sumut sebelumnya juga mengancam akan membubarkan paksa KLB jika aparat tidak bertindak.

“Kita sudah buat laporan ke Polrestabes Medan. Demokrat Sumut melakukan apel siaga mengumpulkan seluruh kader untuk selanjutnya kami semua bersama-sama ke lokasi KLB ilegal,” kata Heri menambahkan.

(*)

ADVERTISEMENT