KPMI Bone Gagas Bincang Pilkada Aman Di Cafe, Ini Yang Dibahas

751
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM – – Komunitas Pemberdayaan masyarakat Indonesia (KPMI) menggelar Coffee Break Pilkada Zona Aman dengan tema kalau tidak mendukung jangan menghujat, di Cafe Kusuka Kota Watampone, Jumat 4 Mei 2018.

Bincang Bincang tersebut menghadirkan calon Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Ketua DPRD Bone, Andi Akbar Yahya, Komisioner KPU Bone, Ernida Mahmud dan Ketua Panwaslu Bone, Jumriah. Dan Kepala Badan Kesbangpol Pemkab Bone, Dray Vibrianto.

ADVERTISEMENT

Bahkan Dokter Umar yang sebelumnya bakal menjadi bacalon melalui jalur perseorangan juga diundang panitia untuk hadir namun pada kegiatan tersebut belum sempat hadir karena sedang berada di Jakarta.

Calon Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi mengatakan apa yang dilakukan pada malam ini adalah pencerahan mewujudkan pilkada damai.

ADVERTISEMENT

“Kembalikan pada prinsip sipakatau sipakalebbi (saling menghargai dan menghormati),” kata Fahsar yang merupakan calon tunggal pada pilkada Bone tahun ini.

Ketua Panwaslu Bone, Jumriah mengatakan kondisi di Bone terbilang kondusif namun jangan terlena untuk tetap mengantisipasi hal hal yang mengganggu jalannya pilkada.

“Masih ada kesan pengawasan dilakukan secara ketat, pilkada saat ini berbeda karena adanya perubahan regulasi, kami melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif, termasuk pemilih pemula,” kata Jumriah.

Termasuk kondisi Pilkada Bone dengan satu kontestan, perlu juga disosialisasikan kepada masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya.

” Jangan sampai masyarakat mengira satu Paslon langsung menang, tapi ada target yang dipenuhi yakni 50% plus satu, ” kata Jumriah.

Komisioner KPU Bone Ernida Mahmud mengatakan jika dihitung mundur dari hari ini tersisa 52 hari lagi pelaksanaan pilkada serentak 2018.

Pada kesempatan itu Ernida mengatakan, pilkada sebagai pesta demokrasi bagi calon yang baru adalah proses seleksi sementara bagi petahana adalah proses evaluasi yang kedaulatannya ditangan rakyat.

“Kami lakukan sosialisasi untuk menangkal hujat menghujat dan hoax, dan sementara berjalan pendidikan politik di 27 kecamatan yang ada di Bone,” kata Ernida.

Dialog dan bincang bincang yang digelar secara santai dan bersahaja tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan dan kelompok masyarakat. (abdulwarishasrat)

ADVERTISEMENT