PAD Palopo Naik Signifikan di Era HM Judas Amir

1169
Abdul Waris

PALOPO — Era kepemimpinan HM Judas Amir selama kurun waktu 5 tahun terakhir tidak hanya mampu mengubah wajah Kota Palopo lebih indah. Terlepas dari itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat signifikan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palopo, Abdul Waris, Kamis (12/7/18) kemarin. PAD Kota Palopo kata dia meningkat signifikan setiap tahunnya. “Waktu tahun 2013, PAD Palopo hanya sekitar Rp24 miliar. Per tahun 2017 kemarin, naik menjadi Rp176 miliar,” sebut Abdul Waris.

Mantan Camat Wara Utara itu memaparkan, setelah berpisah dari BPKAD, Bapenda Palopo terus melakukan terobosan untuk meningkatkan PAD. “PAD Palopo berasal dari 9 item pajak. Sejak dipimpin bapak HM Judas Amir, PAD terus meningkat. Bayangkan, tahun 2013 PAD Palopo hanya sekitar Rp24 miliar, tahun 2014 naik menjadi Rp60 miliar. Tahun 2015 naik lagi menjadi Rp126 miliar, tahun 2016 naik menjadi Rp160 miliar dan terakhir tahun 2017 Rp176 miliar. Kita target, PAD tahun ini mencapai Rp190 miliar. Apa yang telah dilakukan pemkot kurun waktu 5 tahun ini sudah kita lihat hasilnya,” beber Waris.

PAD Kota Palopo, lanjut Abdul Waris juga dimanfaatkan dengan baik oleh pemkot. Semua PAD diperuntukkan untuk program yang sangat pro rakyat. “PAD ini kita kembalikan ke masyarakat melalui sejumlah program,” katanya. Seperti untuk bidang kesehatan, PAD dimanfaatkan dengan baik untuk membiayai kesehatan warga. Pemkot mengalokasokan Rp18,1 miliar untuk membayarkan premi BPJS Kesehatan bagi 79.573 warga Palopo. “Tidak ada lagi warga Palopo yang enggan berobat ke rumah sakit karena tidak adanya biaya perawatan. Semua ditanggung pemkot melalui BPJS Kesehatan,” katanya.

Di bidang pendidikan, ada pendidikan gratis paripurna. Dulu orangtua membayar uang komite, sekarang tak ada lagi. “Bahkan pada tahun 2019 mendatang akan disempurnakan lagi. Ada seragam gratis bagi anak sekolah,” sebut mantan Kabag Kesra itu.

Pemanfaatan PAD belum sampai disitu. Pemkot juga menggratiskan rastra yang dulunya disebut beras miskin (raskin). “Bahkan, pemkot juga mengcover 2500 KK dari APBD untuk rastra. Pelayanan infrasftuktur dipercantik. Sumbernya darimana, ya dari kita semua warga Kota Palopo,” tegasnya. Waris bahkan membandingkan APBD Palopo dengan tiga daerah tetangga yang jumlahnya lebih besar. Sebut Kabupaten Luwu, APBD-nya mencapai Rp1,4 triliun, Lutim Rp1,5 triliun dan Lutra Rp1,2 triliun. Palopo hanya Rp800 miliar lebih. “Tapi, kita mampu memanfaatkannya dengan baik,” tutupnya. (asm)