Pemkot Palopo Kerjasama Australia Kembangkan Sapi

175
Tim supervisi dari Australia Government, Departement of Agriculture and Water Resources saat berkunjung ke ruang kerja walikota Palopo, Kamis (29/8/2019).
ADVERTISEMENT

PALOPO – Walikota Palopo, HM Judas Amir menerima tim supervisi dari Australia Government, Departement of Agriculture and Water Resources di ruang kerjanya, Kamis (29/8/2019). Tim ini dipimpin oleh George Hughes.

George Huges mengaku kedatangannya di kota Palopo karena adanya program kerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam bidang Ketahanan Pangan khususnya untuk sektor penghasil daging merah dan pembiakan sapi.

ADVERTISEMENT

“Untuk itu, saat ini kami sedang melihat kemungkinan untuk membantu pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dalam pengembangan sektor penghasil daging merah dan pembiakan sapi di provinsi ini,” katanya.

George Hughes menyampaikan, bahwa Australia sebagai salah satu negara penghasil daging merah dan sapi terbesar di dunia, memiliki pengalaman dan keahlian yang luas, terutama dalam bidang pembiakan sapi.

“Kami akan senang sekali berbagi pengetahuan tersebut dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya datang melihat kemungkinan kerjasama ini, dengan melakukan peninjauan langsung di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Palopo, Parepare, Sidrap, Enrekang, Bone, Masamba, Seko dan Rampi dari tanggal 26 sampai 31 Agustus 2019.

“Dalam peninjauan langsung ini, kami akan melihat potensi system produksi ternak yang ada dengan mendokumentasikan untuk mencari peluang terkait pengembangannya nanti dan juga melihat kendala yang terjadi terkait rantai pasokan terhadap daging merah dan pembiakan sapi di Sulawesi Selatan,” beber George.

Pemerintah kata dia harus dapat mengindentifikasi kendala yang terjadi serta memfasilitasi peluang investasi swasta di sektor peternakan, karena Sulawesi Selatan adalah salah satu daerah penghasil sapi potensial di Indonesia, yaitu sejumlah 1,5 juta ekor sapi dengan pertumbuhan 10% per tahun sejak 2016, terlepas dari potensi ini, provinsi Sulwesi Selatan saat ini baru dapat memenuhi 40% dari permintaan daging sapi melalui produksi sapi lokal.

Pada forum meja bundar baru-baru ini di Makassar, tim Gubernur mempresentasikan rencana pemerintah provinsi untuk memperluas industri ternak di Sulawesi Selatan. Hasil utama dari Forum ini adalah kesepakatan antara Pemerintah Australia dan Sulawesi Selatan untuk melakukan studi pelingkupan bersama untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan dan mengeksplorasi area potensial untuk kolaborasi antara kedua pemerintah dalam memajukan industri daging merah dan sapi di Sulawesi Selatan.

Walikota Palopo, HM Judas Amir menyambut baik kedatangan tim supervisi tersebut. “Mudah-mudahan kedepan kita dapat bekerjasama. Sebenarnya kami sudah lama menunggu adanya peternakan sapi yang seperti ini, agar masyarakat juga mendapatkan manfaat dan menerima program ini, sehingga dapat sejahtera ke depannya. Di palopo ini ada beberapa lokasi yang dapat dijadikan tempat untuk pemeliharaan dan pembiakan sapi unggulan,” jelas walikota.

Hadir juga dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Aziz, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Palopo, Andi Bakhtiar, dan tim yang terkait dengan peternakan sapi. (asm)

ADVERTISEMENT