Pemuda di Palopo Dikeroyok Saat Ma’badong, Satu Pelaku Diciduk Polisi

417
IF, 22 tahun saat diringkus unit Reskrim Polsek Telluwanua. (Dok. Polsek Telluwanua)
ADVERTISEMENT

ma’badnoPALOPO — Nasib sial dialami Yosef alias Ose, 23 tahun. Warga Lingkungan Kelembang, Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo dikeroyok sejumlah pemuda saat mengarak jenazah atau dalam bahasa setempat disebut ma’badong salah seorang warga.

Saalah satu pelaku pengeroyokan inisial IF, 22 tahun diringus Unit Reskrim Polsek Telluwanua, Selasa (4/1/2022) siang. Dia diringkus di rumahnya, Lingkungan Salu Pao, Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

ADVERTISEMENT

“Awalnya salah seorang pelaku berkelahi dengan korban saat mengarak jenazah. Terjadi kesalahpahaman, mungkin mereka bersenggolan. Namun, melihat pelaku berkelahi dengan korban, rekan-rekan pelaku lalu mengeroyok korban,” ungkap Kapolsek Telluwanua, AKP Edy Sulistyono.

AKP Edy mengatakan, pemicu pertikaian korban dengan para pelaku lantaran mereka berada dalam pengaruh minuman keras. “Para pelaku ini dalam pengaruh minuman keras saat melakukan aksinya,” jelasnya.

“Saat ini IF sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Telluwanua. Sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Identitas mereka juga telah kami kantongi,” pungkasnya.

Ma`badong sendiri adalah sebuah bentuk tradisional yang hanya boleh ditarikan dalam ritual pemakaman. Tarian ini berupa tarian tanpa musik yang didalamnya berisi syair-syair pujian yang ditujukan kepada orang yang meninggal.

Tak sekadar pelantunan sajak mengenai orang yang meninggal, namun lebih dari itu, Ma`badong juga menggambarkan sesuatu yang lebih dalam dari itu. Gambaran mengenai kebudayaan orang Toraja tergambar dalam ritual ini, antara lain nilai spiritual, nilai sosial hingga hubungan antar kelompok dalam masyarakat Toraja. (liq)

ADVERTISEMENT