Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh di Dua Kelurahan Palopo Segera Dilakukan

63
Sosialisasi dan konferensi pers Skala Kawasan Kotaku Kota Palopo (NSUP) di Auditorium Sakotae, Kamis (19/11/2021). (Kominfo Palopo)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Sekretaris Daerah Kota Palopo, Firmanza DP mewakili Walikota Palopo, HM Judas Amir menghadiri sosialisasi dan konferensi pers Skala Kawasan Kotaku Kota Palopo (NSUP) di Auditorium Sakotae, Kamis (19/11/2021)

Kegiatan itu merupakan tindaklanjuti hasil pelaksanaan mutual check (MC-0) yang dilaksanakan pada tanggal 10 November 2021, serta akan dimulainya pelaksanaan pekerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh tanjung ringgit kota palopo (NSUP). Firmanzah menyampaikan berbicara program KOTAKU tentu berkaitan dengan penanganan kumuh di Kota Palopo.

“Kita mendapatkan pengangaran dari kementrian PUPR dengan tiga jenis kegiatan yaitu Cash For Work padat karya tunai sebanyak 19 kelurahan, kegiatan reguler sebanyak tiga kelurahan dan ketiga kegiatan skala kawasan Tanjung Ringgit blok C, meliputi kelurahan Sabbamparu dan kelurahan Penggoli,” kata Firmanza.

“Dari tiga kegiatan KOTAKU tahun 2021 untuk kegiatan CFW itu sudah 100 persen dan sudah dilakukan penyerahan ke masyarakat, kemudian untuk kegiatan reguler tiga kelurahan sudah dua kelurahan 100 persen, dan menyisahkan satu kelurahan dan Insha Allah akhir bulan november 2021 juga akan 100 persen,” sambungnya

ADVERTISEMENT

“Kemudian untuk kegiatan skala kawasan Tanjung Ringgit, hari ini kita akan laksanakan sosialsiasi dan konfrensi pers dari hasil mutual check (MC-0) bebrapa hari yang lalu, kegiatan skala kawasan fasilitansya itu kurang lebih 3 tahun, dan Alhamdulillah bulan ini akan dimulai pelaksanaan fisiknya,” lanjut Firmanza.

Sekda Kota Palopo itu menyampaikan bahwa setelah selesainya kegiatan skala kawasan meminta dari pihak perangkat daerah pihak kelompok peduli dan pelaku dunia usaha secara bersama pula menggerakkan ekonomi di wilayah tersebut, sehingga terbuka lagi lokasi pengembangan usaha seperti lapangan Pancasila

“Oleh karena itu perlu ada kemitraan seperti membuatkan gerobak jualan kepada warga,khususnya warga yang terdampak proyek (WTP) saya meminta ini kepada dinas koperasi dan UMKM untuk memfasilitasinya,” tutupnya. (ayb/liq)

ADVERTISEMENT