Perempuan BISA Siap Ulang Sejarah di Pilkada 2020

80
Perempuan BISA Siap Ulang Sejarah di Pilkada 2020
ADVERTISEMENT

Luwu Utara — Dukungan kepada Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani – Suaib Mansur, terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari kalangan ibu rumah tangga yang mengatasnamakan diri Perempuan BISA.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Dukungan dari kalangan emak-emak untuk pasangan BISA, akronim dari “Bersama Indah-Suaib” mulai massif. Kelompok ini menamakan dirinya Perempuan BISA, dan sudah terbentuk di sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu Utara.

“Perempuan BISA punya gerakan pemenangan. Di Pilkada 2020, Perempuan BISA akan mengulang sejarah. 2016, ibu Indah, perempuan pertama jadi Bupati di Sulsel, dan sejarah itu akan kita ulang kembali,” kata Ketua Perempuan BISA, Harifah DM, Rabu (7/10/2020).

Harifah menambahkan, sosok Indah Putri Indiriani sudah membuktikan kapasitasnya sebagai Bupati Luwu Utara lima tahun terakhir. “Kita siap mendukung pasangan Indah-Suaib untuk melanjutkan pembangunan di Luwu Utara,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Calon Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, yang juga calon petahanan ini, mengajak kelompok yang didominasi ibu-ibu ini untuk tidak ikut menggosipkan kandidat lain, apalagi sampai menjelek-jelekkan kandidat lainya.

“Untuk mengulang sejarah kita harus saling menjaga dengan tidak membuat narasi-narasi kebencian, atau menjelekkan calon lain,” imbuh Indah, saat menggelar silaturahmi dengan Perempuan BISA di Desa Baliase Kecamatan Masamba.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

Indah juga mengimbau Perempuan BISA untuk tidak larut atau menanggapi tanggapan negatif dari kelompok-kelompok tertentu. “Kita tak boleh menjadi pembenci. Biarkan orang membenci kita. Kebencian itu harus kita balas dengan senyum dan sabar, sebab orang yang sabar adalah kunci menggapai kemenangan,” jelas dia.

“Marilah kita torehkan sejarah ini yang kedua kalinya dengan senyum, sabar dan tidak merespon atau terpengaruh dengan kata-kata atau cacian orang lain,” tutup Indah. (*)

ADVERTISEMENT