RSUD Sawerigading Pertahankan Status Kelas B, dr Nasar : Kami Terus Berinovasi

594

PALOPO — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan surat rekomendasi penyesuaian kelas rumah sakit.

Berdasarkan hasil review kelas Rumah Sakit, sebanyak 615 Rumah Sakit Umum (RSU) dan 283 Rumah Sakit Khusus (RSK) se – Indonesia diturunkan kelasnya.

Dalam surat Kementerian Kesehatan Ri, Nomor : HK.04.01/1/2963/2019 perihal rekomendasi penyesuaian Kelas Rumah Sakit hasil review kelas Rumah Sakit, didapati sekitar 615 Rumah Sakit Umum di seluruh penjuru Indonesia diturunkan kelasnya.

Tak ada nama RSUD Sawerigading dalam daftar rekomendasi tersebut, yang artinya masih berada di kelas B. Kelas ini juga menjadikan RSUD Sawerigading sebagai RS rujukan di wilayah utara Sulsel.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kelas B bisa kita pertahankan,” kata Direktur RSUD Sawerigading, dr Nasaruddin Nawir, Sp.Og Rabu (17/7/2019).

Meski demikian, RSUD sawerigading kata dr Nasar tidak lantas larut dalam euforia kesuksesan ini.

“Tetapi kami terus berbenah untuk semakin meningkatkan mutu atau kualitas pelayanan. Hal ini ditandai dengan terciptanya inovasi
pelayanan di RSUD Sawerigading,” jelas dr Nasar.

dr Nasar menyebut inovasi yang baru saja diberlakukan ialah Layanan Simfoni Ceria. Simfoni Ceria merupakan singkatan dari Sistem Pendaftaran Online Cepat, Ringkas dan Akurat. Melalui layanan ini, pasien bisa daftar melalui aplikasi WA yang mampu mengurangi jadwal tunggu di RS.

Kemudian ada layanan Go Ride yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu. Singkatan dari Gerakan Optimalisasi Geriatri Terpadu dan Efektif.

Go Ride ini dkhususkan bagi pasien lanjut usia. Di mana, dokter yang akan mendatangi pasien di poli sesuai dengan penyakitnya.

Lalu ada layanan Sipakainga yang merupkan singkatan dari Sistem Paket Pelayanan Pasien Paru Terintegrasi. Pasien infeksius akan dipisah dengan pasien lainnya, termasuk dalam hal pengambilan obat. (asm)